Kasus Positif Santri Ponpes Nurul Hidayah Bertambah, Aktivitas Belajar Hanya 4 Jam
Menyusul adanya kasus positif pada santri, Pondok Pesantren Nurul Hidayah mengurangi aktivitas belajar dan kegiatan
Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kasus positif Covid-19 klaster santri pondok pesantren modern Nurul Hidayah Bengkalis terus bertambah.
Penambahan terjadi sejak Jumat dan Sabtu lalu.
Data Satgas Covid 19 Bengkalis untuk penambahan kasus positif baru di pesantren sebanyak 17 kasus.
Terdiri dari penambahan kasus hari jumat klaster pesantren sebanyak 16 kasus kemudian hari Sabtu sebanyak 1 kasus postif.
Pimpinan pondok pesantren Nurul Hidayah Ahmad Pamuji membenarkan adanya penambahan kasus baru tersebut.
Menurut dia tambahan tersebut masih dari kalangan santri.
"Benar ada penambahan kemarin, saat ini mereka sudah menjalani karantina terpadu di Balai Diklat BKPP Bengkalis," ungkap Pamuji.
Menurut dia, santri yang terpapar Covid-19 ini tanpa gejala, makanya pihak pesantren menitipkan mereka ke karantina terpadu.
Mereka dalam keadaan baik-baik saja dalam menjalani karantina.
"Kalau tidak ada halangan, untuk yang dinyatakan positif kemungkinan bisa kembali ke pesantren pada Selasa depan," terangnya.
Sementara itu, menyusul adanya kasus positif pada santri ini, pihak pesantren mengurangi aktivitas belajar dan kegiatan di pondok pesantren.
Untuk proses belajar mengajar hanya diberlakukan selama empat jam saja setiap harinya.
"Jam belajar kita kurangi begitu juga aktivitas kegiatan lainnya yang bersifat kerumunan sementara tidak dilaksanakan," tambahnya.
Tambahan 17 santri yang dinyatakan postif ini merupakan hasil tracing kasus positif sebelumnya.
Saat ini tidak ada lagi tambahan tracing dilakukan tim Satgas Bengkalis.
"Untuk tracing sudah selesai kemarin jadi tidak ada lagi proses tracing dilakukan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-terbaru.jpg)