Breaking News:

Ada Polemik hingga Bicara Hati ke Hati, Legislator dan Gubri Syamsuar Tunda Umumkan Dirut 2 BUMD

Polemik penetapan nama-nama pimpinan di jajaran mulai dari Dirut hingga komisasris dua Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) di Riau memasuki babak baru

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nolpitos Hendri
.
Ada Polemik hingga Bicara Hati ke Hati, Legislator dan Gubri Syamsuar Tunda Umumkan Dirut 2 BUMD 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Polemik penetapan nama-nama pimpinan di jajaran mulai dari Dirut hingga komisasris dua Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) di Riau memasuki babak baru.

Gubernur Riau atau Gubri Syamsuar meminta agar hasil seleksi komisaris dan dirut dua BUMD yakni PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) ditunda pengumumannya.

Hasil seleksi dirut dan komisaris dua BUMD tersebut sudah ada yakni, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) H Jonli terpilih sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) Riau dan Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau John Armedi Pinem sebagai Komut PT Sarana Pembangunan Riau (SPR).

Selain itu, ditetapkan juga anggota Komisaris PT PIR Sahat Martin Philip.

Untuk Dirut PT PIR yakni, Adel Gunawan.

Kemudian sebagai Direktur PT PIR Syafrudin Atan. Sementara untuk Direksi PT SPR yakni Fuadi Noor.

Keputusan penundaan pengumuman seleksi komisaris dan Dirut dua BUMD tersebut disampaikan Gubri Syamsuar secara lisan saat menggelar pertemuan bersama pimpinan dan komisi III DPRD Riau.

Dengan demikian, maka komisaris dan direktur PT PIR dan SPR untuk sementara ditunda pengumuman nama-namanya. 

Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto, Selasa (2/2/2021) mengatakan, bahwa pihaknya bersama pimpinan lain dan Ketua Komisi III DPRD Riau, telah menemui Gubernur Riau Syamsuar untuk menyampaikan rekomendasi terkait seleksi pejabat dua BUMD Riau, PT PIR dan PT SPR.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyampaikan rekomendasi untuk menunda RUPS PT PIR dan SPR, karena beberapa hal.

"Kami ketemu dengan Pak Gub kemarin sore.

Pimpinan bersama ketua Komisi III.

Alhamdulillah bisa jumpa, setelah sekian lama tak berjumpa karena Pak Gub sempat terkena Covid-19.

Kami sampaikan bahwa kami merekomendasikan RUPS ditunda," kata Hardianto. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved