Techno
Waspada, Foto dan Video Panas yang Sudah Dihapus dari Gadget Anda Ternyata Masih Bisa Direstore Lagi
Berdasarkan riset, terkuak sekitar 90 persen dari keseluruhan data yang pernah tersimpan di memori ponsel, meski pernah direset masih bisa dipulihkan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus beredarnya video panas artis GA beberapa waktu lalu cukup menyita perhatian publik.
Kasus yang kemudian sampai ke pihak berwajib ini semakin mengingatkan kita bahwa batas antara ranah pribadi dan publik sangat tipis sekali.
Memang benar bahwa gadget atau ponsel milik sang artis dilaporkan hilang sehingga isi ponsel sang artis kemudian dieksplore oleh para oknum tak bertanggungjawab ke ranah publik.
Namun, kasus tersebarnya foto atau video pribadi tak melulu karena ponsel, laptop atau gadget yang menyimpan koleksi sensitif itu hilang atau dicuri orang.
Bisa jadi tersebarnya foto dan video pribadi tersebut justru akibat ketidaktauan, ketidakwaspadaan sang pemilik ponsel, laptop atau gadget yang memang tak paham bagaimana seharusnya menyimpan koleksi sensitif tersebut.
Dilansir dari Kompas Tekno, belakangan, warganet dihebohkan dengan sebuah twit berisi tangkapan gambar percakapan antar-teknisi ponsel.
Obrolan tersebut menguak bahwa ada oknum tertentu yang mencuri data, terutama foto dan video, dari ponsel yang tengah diperbaiki.
Oknum teknisi ponsel, dalam percakapan tersebut, mengaku bisa mengambil berbagai data ponsel korban sebelum perangkat tersebut disetel (reset) ulang.
Ada pula sejumlah teknisi yang mencoba untuk menarik (restore) memori ponsel yang tengah diperbaiki.
Alasannya tentu untuk mengambil foto atau video yang telah dihapus oleh si pemilik ponsel, sebagaimana berbagai "pengakuan" yang tertuang di Twitter dengan handle @ndagels berikut.
Kegiatan seperti inilah yang konon memicu beredarnya foto atau video tak senonoh di internet dan berbagai platform lainnya.
Aktivitas penyebaran semacam ini boleh jadi makin marak, terlebih jika pengguna mendapatkan keuntungan dari konten yang disebarkan.
Lantas, mengapa bisa seperti itu? Apakah data yang dihapus memang bisa dipulihkan kembali?
Jawabannya bisa, menurut Christian Funk yang merupakan seorang peneliti dari firma keamanan siber Kaspersky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/cuplikasn-teknisi-hp.jpg)