Breaking News:

UPDATE Meninggalnya Diego Maradona: MENYERUAK Dugaan Pembunuhan Tak Disengaja

Diego Maradona meninggal karena serangan jantung di dekat Buenos Aires pada 25 November 2020, beberapa minggu setelah menjalani operasi otak akibat pe

HERKA YANIS P/TABLOID BOLA
Legenda Argentina, Diego Maradona, berada di tribune VIP dan menyapa penonton jelang laga grup D Piala Dunia 2018 antara timnas Argentina melawan timnas Islandia di Spartak Stadium, Moskow, pada Sabtu (16/6/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang psikolog dan dua perawat yang membantu merawat Diego Maradona sebelum wafat, turut diselidiki atas dugaan pembunuhan tak disengaja.

Pengumuman itu disampaikan sumber peradilan kepada media lokal pada Senin (8/2/2021), dilansir Kompas.com dari AFP.

Diego Maradona meninggal karena serangan jantung di dekat Buenos Aires pada 25 November 2020, beberapa minggu setelah menjalani operasi otak akibat pembekuan darah.

Psikiaternya, Agustina Cosachov dan dokter bedah jantung Leopoldo Luque sudah diselidiki, karena mereka yang merawat Maradona tepat sebelum kematiannya.

Kemudian tiga orang yang baru diselidiki harus menghadap jaksa minggu ini, menurut sumber pengadilan kepada media lokal.

Penyelidik hendak mengetahui apakah salah satu dari lima orang yang merawat Maradona lalai, sehingga menyebabkan kematian sang legenda sepak bola.

Download Lagu Cinta Bawa Duka Rindu Balas Dendas Versi Remix DJ Full Bass Viral Tiktok Terbaru 2021

Harga Terbaru HP Xiaomi Bulan Februari 2021: POCO M3, Xiaomi Mi 10T, Mi Note 10 Redmi Note 8 Redmi 9

Download Lagu Beautiful Girls Remix DJ Full Bass Tiktok, Lirik Oh Lord,my Baby Is Drivin Me Crazy

Maradona menderita gangguan hati, ginjal, dan kardiovaskular, tetapi tidak ada tanda-tanda konsumsi alkohol maupun narkotika, menurut hasil otopsi.

Dokter Luque pada November menanggapi penyelidikan pembunuhan tak disengaja dengan berkata, telah melakukan semua yang dia bisa sehingga tidak mungkin pasien tak tertangani dengan baik.

Otopsi pertama pada jenazah Maradona menemukan ada cairan di paru-parunya, dan gagal jantung akut yang disebabkan penyakit otot jantung.

Penyakit itu membuat jantung Diego Maradona sulit memompa darah.

https://www.kompas.com/global/read/2021/02/09/111129070/penyelidikan-kematian-maradona-meluas-ke-psikolog-dan-dua-perawatnya

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved