Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Konflik Laut China Selatan

Armada Perang AS Terkejut Saat Berpapasan Dengan Armada Perang Tiongkok Di Laut China Selatan

Angkatan Laut AS tak menyangka jika China telah memperluas militer di Laut China Selatan di luar dari prediksi Washington.

via Dailymail
Kapal Induk Inggris yang akan dikerahkan ke Laut China Selatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Armada perang AS terkejut saat berpapasan dengan armada perang Tiongkok di Laut China Selatan pada Selasa (9/2/2021) kemarin. 

Angkatan Laut AS tak menyangka jika China telah memperluas militer di Laut China Selatan di luar dari prediksi Washington.

Saat memasuki Laut China Selatan, AL AS menemukan belasan jet tempur, pesawat pembom, hingga kapal perang yang berjejer dalam jumlah banyak.

Melansir Express.co.uk, Laksamana Muda James Kirk, komandan USS Nimitz mengatakan hal yang mengejutkan itu mereka temukan saat mereka bersama kapal induk USS Theodore Roosevelt sedang melakukan pelayaran di perairan tersebut.

“Kami melihat perluasan kemampuan militer mereka; jumlah pesawat yang lebih banyak, jumlah kapal yang lebih banyak digunakan setiap hari. Jadi kapasitasnya jelas meningkat.

Kirk tidak mampu menjelaskan apa maksud China mengerahkan armada perangnya sebanyak itu di Laut China Selatan.

"Jumlah kekuatan yang kami lihat di semua domain telah meningkat secara signifikan," papar Kirk seperti yang dilansir dari Express.co.uk.

Untuk diketahui, China dan AS mengirim pesawat militer ke sudut barat daya pertahanan udara Taiwan dua minggu lalu, setelah jet China melakukan "serangan rudal simulasi" terhadap kapal induk AS, USS Theodore Roosevelt.

Sebelas jet tempur militer China, termasuk pembom H-6, terbang ke daerah itu saat kapal melintas.

Militer AS menuduh China mengganggu stabilitas dan perilaku agresif sehubungan dengan insiden tersebut.

Meski demikian, mereka menegaskan tidak ada personel mereka dalam bahaya.

USS Nimitz dan USS Theodore Roosevelt keduanya melakukan latihan bersama di perairan pada hari Selasa, dengan Nimitz telah menghabiskan hampir 10 bulan di wilayah tersebut.

Latihan bersama hari Selasa dengan Theodore Roosevelt dan Nimitz merupakan yang ketiga kalinya untuk kedua kapal bekerja sama sejak 2012.

Ini mengikuti laporan dari China bahwa 26 rudal pembunuh kapal induknya menutupi seluruh Laut China Selatan.

"Kami selalu memperhatikan kemampuan militer lain dan kami beroperasi dengan cara yang menghargai kemampuan ini, jadi menurut saya kekhawatiran bukanlah sesuatu yang kami lakukan. Kami benar-benar mempersiapkan dan memperhatikan kemampuan militer yang berbeda di luar sana untuk memastikan bahwa kami dapat mempertahankan pasukan kami jika kami diminta untuk melakukan hal itu," kata Kirk.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved