Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sosok Polwan Cantik Pesta Narkotika Bareng 11 Anggota Polisi, Terancam Dipecat

Seorang Polwan Cantik tertangkap sedang pesta narkotika bareng 11 anggota polisi di sebuah hotel dan polisi berhasil mengamankan barang bukti

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Jabar/IST
Sosok Polwan Cantik Pesta Narkotika Bareng 11 Anggota Polisi, Terancam Dipecat. Foto: Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi Ditangkap Pesta Narkoba 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang Polwan Cantik tertangkap sedang pesta narkotika bareng 11 anggota polisi di sebuah hotel dan polisi berhasil mengamankan barang bukti.

Ternyata, Polwan Cantik itu menjabat sebagai Kapolsek di Bandung.

Kejadian ini mencoreng nama baik kepolisian karena Polwan Cantik itu adalah seorang perwira polisi.

Publik sempat dihebohkan penggerebekan dugaan pesta narkotika yang dilakukan 12 anggota polisi di sebuah di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/2) lalu.

Satu di antara 12 anggota polisi itu adalah seorang perwira polisi .

Namanya Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi.

Saat ini ia menjabat Kapolsek Astana Anyar.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengimbau pimpinan Polri tak segan memberikan hukuman atau punishment.

Tak tanggung-tanggung, Herman Herry meminta anggota Korps Bhayangkara yang terlibat narkotika untuk dipecat dan dipidana.

"Sesuai pernyataan saya waktu melakukan fit and proper test Kapolri, bahwa pimpinan Polri jangan segan menerapkan reward dan punishment yang tegas.

Terkait anggota Polri yang berurusan dengan narkotika, pemecatan dan pemidanaan," ujar Herman Herry, ketika dihubungi, Kamis (18/2/2021).

Namun, Herman Herry juga meminta agar pimpinan Polri tak menutup mata pula untuk memberikan reward jika ada anggotanya yang berprestasi.

Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan reward harus diberikan kepada anggota yang berhasil mengungkap kasus-kasus narkotika.

"Sanksi tegas bagi pelanggar dan promosi bagi anggota yang berjuang dan berhasil mengungkap kasus-kasus besar soal narkotika," kata dia.

Lebih lanjut, Herman Herry menegaskan harus ada tes narkotika secara berkala kepada setiap anggota Polri agar kasus yang terjadi pada Kapolsek Astana Anyar tak kembali terulang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved