Siapa Sangka bisa Obati Maag, 10 Bahan Ini Ternyata Mudah Didapatkan di Rumah
Siapa yang menyangka bisa obati maag. 10 bahan ini ternyata gampang ditemukan di rumah. Terutama di bagian dapur
TRIBUNPEKANBARU.COM- Siapa sangka bisa obati maag. 10 bahan ini mudah ditemukan di dalam rumah, khususnya di bagian dapur
Bahan-bahan herbal ini jamak ditemui di dapur dan lokasi lainnya yang sangat mudah dijangkau.
Siapa sangka sakit maag bisa diobati dengan bahan-bahan berikut ini.
Namun tentu saja ada aturan pakai yang harus diperhatikan. Kalau bisa minta petunjuk orang yang lebih tahu, dokter atau orang yang punya basic ilmu pengobatan.
Jika memang dicoba di rumah, pastikan bahan-bahan herbal yang didapatkan layak konsumsi.
Nah, apa saja bahan herbal yang bisa mengobati sakit maag.
Berikut ini 10 bahan herbal yang bisa dipakai obati sakit maag
Bawang putih
Bawang putih populer di banyak belahan dunia mana pun, berkat kemampuannya untuk menambah rasa pada makanan.
Selain itu, bawang putih juga memiliki sifat antimikroba dan antibakteri, yang membantu melawan infeksi.
Beberapa penelitian memang mendukung keefektifan bawang putih dalam mengobati maag.
Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2016 pada hewan menunjukkan, bawang putih dapat membantu mencegah perkembangan penyakit maag, dan membantu mempercepat proses penyembuhan.
Lalu, menurut tinjauan tahun 2015, bawang putih juga dapat membantu mencegah pertumbuhan H. pylori.
Satu studi skala kecil pada tahun 2015 menunjukkan, makan dua siung bawang putih dengan makan, dua kali sehari, dapat memiliki efek anti bakteri terhadap H. pylori.
Namun, tidak semua penelitian setuju bawang putih memengaruhi H. pylori atau mencegah tukak. Sejumlah ilmuwan merasa, masih perlu dilakukan lebih banyak penelitian.
Licorice
Licorice adalah rempah-rempah populer yang berasal dari kawasan Mediterania dan Asia.
Licorice merupakan tanaman yang memiliki cita rasa manis. Karena rasanya itu, licorice kerap dijadikan zat perasa pada makanan dan minuman, bahkan rokok.
Orang pun telah menggunakan licorice dalam pengobatan tradisional selama ratusan tahun.
Banyak orang percaya, memakan akar licorice kering dapat membantu menyembuhkan dan mencegah penyakit maag.
Namun, penelitian cenderung berfokus pada penggunaan suplemen, bukan akar licorice kering.
Jadi, orang yang tertarik menggunakan bumbu ini untuk maag mungkin ingin mencobanya sebagai suplemen.
Sebuah studi pada tahun 2013 menemukan bahwa mengonsumsi suplemen licorice dapat membantu melawan infeksi H. pylori.
Studi tersebut menunjukkan, suplemen membantu mencegah pertumbuhan bakteri.
Probiotik
Probiotik adalah organisme hidup yang membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan.
Selain membantu mencapai kesehatan usus yang optimal, kandungan ini juga dapat membantu mengobati sakit maag.
Berdasarkan tinjauan dari tahun 2014, probiotik memang tidak dapat membunuh bakteri H. pylori.
Namun, kandungan ini dapat mengurangi jumlah bakteri yang ada, mempercepat proses penyembuhan, dan memperbaiki beberapa gejala.
Jadi, ketika dikonsumsi bersamaan dengan pengobatan lain, probiotik dapat membantu membasmi bakteri berbahaya.
Kita dapat menemukan probiotik dari sumber-sumber seperti yogurt, makanan fermentasi, dan tentu saja, suplemen probiotik.
Beberapa makanan pun mengandung probiotik. Tetapi, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen, karena suplemen memiliki konsentrasi probiotik yang lebih tinggi per porsi.
Jahe
Banyak orang mengira jahe memiliki efek gastroprotektif. Padahal, jahe bisa dipakai untuk mengobati perut dan gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, dan maag.
Sebuah tinjauan dari tahun 2013 menunjukkan, jahe dapat membantu mengatasi tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.
3. Buah berwarna-warni
Banyak buah mengandung senyawa yang disebut flavonoid, yaitu polifenol. Flavonoid berkontribusi pada kekayaan warna beberapa buah.
Menurut tinjauan tahun 2011, polifenol dapat membantu mengatasi sakit maag. Kandungan ini juga dapat membantu berbagai masalah pencernaan lainnya, termasuk kejang dan diare.
Flavonoid melindungi lapisan perut dari tukak. Kandungan ini bisa meningkatkan lendir perut, yang menghambat pertumbuhan H. pylori.
Flavonoid juga memiliki sifat antioksidan, yang dapat ditemukan dalam buah-buahan seperti, apel, bluberi, ceri, lemon, dan jeruk.
Pisang raja
Pisang raja adalah salah satu jenis pisang. Penelitian pada tahun 2011 menunjukkan pisang raja yang masih mentah memiliki efek positif pada tukak lambung.
Pisang raja mentah mengandung flavonoid yang disebut leucocyanidin.
Leucocyanidin meningkatkan jumlah lendir di perut. Buah ini juga dapat mengurangi keasaman, yang dapat membantu mencegah dan meredakan gejala maag.
Madu
Madu adalah pemanis alami yang populer digunakan di seluruh dunia. Orang yang mengonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan.
Sebuah hasil penelitian pada tahun 2016 menyebutkan, madu Manuka memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori.
Hal itu jelas menunjukkan bahwa madu bisa bermanfaat untuk mengobati sakit maag.
Kita juga menggunakan madu untuk mempercepat penyembuhan luka, termasuk bisul kulit, luka bakar, dan luka.
Kunyit
Kunyit adalah bumbu kuning populer yang sering digunakan di Indonesia. Seperti halnya cabai, kunyit mengandung senyawa yang disebut kurkumin.
Para peneliti mulai mempelajari kurkumin sehubungan dengan manfaat kesehatannya.
Sebuah tinjauan pada tahun 2013 menyimpulkan, kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit maag.
Namun, masih perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif kunyit dalam mengobati maag.
Meski begitu, hasil awal tampak positif. Ilmuwan berharap kunyit dapat membantu meredakan gejala maag.
Kamomil
Beberapa orang menggunakan bunga kamomil dan teh kamomil untuk mengobati kecemasan ringan, kejang usus, dan peradangan.
Sebuah studi ulasan yang diterbitkan pada tahun 2012 melaporkan, ekstrak chamomile mungkin juga memiliki sifat anti-ulkus.
Beberapa peneliti berpikir kandungan di dalamnnya bisa menghambat sakit maag dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan.
Lidah buaya
Aloe vera adalah minyak nabati populer yang ditemukan di banyak losion topikal, kosmetik, dan makanan.
Selain itu, beberapa penelitian mengamati bagaimana lidah buaya mempengaruhi sakit maag menghasilkan hasil yang baik.
Misalnya, satu studi pada tahun 2011 pada tikus mengungkap, lidah buaya mengobati maag dengan cara yang mirip dengan obat anti-tukak yang populer.
Tapi, peneliti hanya mempelajari hewan, bukan manusia. Jadi, para ilmuwan masih perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk melihat efek lidah buaya pada manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/maag-gejala-sakit.jpg)