Breaking News:

Super Miliarder Rusia Diburu FBI, Janjikan Hadiah Rp 4 Miliar Bagi Pemberi Info

Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha Rusia yang juga dekat Presiden Rusia Vladimir Putin masuk ke dalam daftar 10 buronan yang paling dicari FBI

AFP
Yevgeny Prigozhin (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha Rusia yang juga dekat Presiden Rusia Vladimir Putin masuk ke dalam daftar 10 buronan yang paling dicari badan intelijen Amerika Serikat FBI.

Bagi yang memberikan informasi terkait dengan keberadaan Yevgeny Prigozhin akan diganjar hadiah sebesar 250.000 dolar AS atau sekitar Rp 4 miliar..

Yevgeny Prigozhin diburu FBI karena diduga ikut campur dalam pemilihan presiden AS pada 2016.

“Prigozhin adalah penyandang dana utama dari Badan Riset Internet (IRA) yang berbasis di St. Petersburg. Dia diduga mengawasi dan menyetujui operasi campur tangan politik dan pemilu mereka di Amerika Serikat yang mencakup pembelian ruang server komputer Amerika, pembuatan ratusan persona daring fiktif, dan penggunaan identitas orang yang dicuri dari Amerika Serikat. Tindakan ini diduga dilakukan untuk menjangkau sejumlah besar orang Amerika dengan tujuan mengganggu sistem politik Amerika Serikat, termasuk Pemilihan Presiden 2016, "kata pernyataan FBI seperti dikutip Tribunpekanbaru.com dari Daily Sabah pada Minggu (28/2/2021)

INI Manusia Kanibal dari Rusia, Tega Bantai dan Masak Daging Tiga Kawannya

Warga Rusia Geger Ada Anjing Berwarna Biru di Dekat Pabrik Kimia, TERUNGKAP Hal Ini. . .

Dalam tanggapannya, Prigozhin, yang juga dijuluki "koki Putin" karena perusahaan mengerjakan hampir keseluruhan proyek dari istana presiden mengatakan, FBI menggunakan namanya sebagai kambing hitam atas krisis internal di Amerika Serikat.

Washington sebelumnya menuduh Prigozhin mendanai Badan Riset Internet, sebuah "peternakan troll" misterius di St. Petersburg yang dituduh menjalankan manipulasi online terhadap calon presiden Donald Trump dalam pemilu 2016.

Yevgeny Prigozhin, seorang taipan kaya yang dekat dengan penguasa Rusia. Ia juga pemilik perusahaan militer swasta Rusia, Wagner Group.

Grup Wagner telah berperan penting dalam membantu Rusia mencapai tujuan militernya di Ukraina, Sudan, Suriah, dan Libya.

Tahun lalu, Uni Eropa memberi sanksi kepada para pembantu senior Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk Prigozhin, atas peracunan tokoh oposisi Alexei Navalny serta keterlibatan Rusia dalam perang saudara di Libya.

Sebelum diburu FBI, Prigozhin sendiri juga berada di bawah sanksi AS atas hubungannya dengan penggunaan tentara bayaran Wagner, yang telah dituduh ikut campur dalam berbagai konflik di luar negeri.

Halaman
123
Penulis: Sesri
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved