Breaking News:

Kakek Ditetapkan Jadi Tersangka Karhutla di Inhil, Bakar Lahan untuk Tanam Jagung dan Pisang

Ingin membuka lahan untuk dijadikan kebun, M (69) jadi tersangka Karhutla di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Inhil.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Polres Inhil
Polisi memasang garis polisi di lokasi Karhutla. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, GAUNG – Ingin membuka lahan untuk dijadikan kebun, M (69) jadi tersangka Karhutla di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau

Kakek yang beralamat di Desa Belantaraya ini diduga membakar lahan yang sebagian besar bukan miliknya di Parit 4 Sungai Belanta Dusun Lestari.

M akhirnya diamankan Unit Tipiter Satreskrim Polres Inhil dan Unit Reskrim Polsek Gaung akibat tindak pidana Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) tersebut.

Kepada pihak kepolisian, M saat diinterogasi mengaku membakar lahan agar lebih subur untuk ditanami jagung dan pisang.

M dikenai pasal 108 UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup atau Pasal 187 KUHPidana atau Pasal 188 KUHPidana.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Kassubag Humas AKP Warno menuturkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mako Polres Inhil beserta barang bukti antara lain, 1 bilah parang dengan panjang kurang lebih 80 centimeter dan 1 potong kayu bekas terbakar.

“Setelah dilakukan gelar perkara, lahan yang terbakar seluas 6 hektare. M ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana di bidang lingkungan hidup yaitu membuka lahan dengan cara membakar,” ungkap AKP Warno melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/3).

Lebih lanjut AKP Warno menjelaskan, sebelumnya, Rabu (17/2) sore, Bhabinkamtibmas Desa Belantaraya Aiptu Edhysah Putra Bangun mendapat informasi adanya hotspot di sekitar Parit 4 Sungai Dusun Lestari.

Aiptu Edhysah kemudian mencari tau kebenaran hotspot tersebut dengan cara menghubungi kepala desa Belantaraya, Hasbullah.

Selain itu Bhabinkamtibmas juga menghubungi warga yang berdomisili di Parit 4 Sungai Dusun Lestari Desa Belantaraya, M Yani.

“Saat itulah diketahui kebakaran lahan terjadi. Besok pagi, Bhabinkamtibmas Desa Belantaraya mendatangi lokasi kebakaran lahan dan melihat lahan yang terbakar sudah meluas kurang lebih 4 hektar. Dilakukanlah pemadaman bersama masyarakat sekitar karena api terus merambat,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Belantaraya Hasbullah mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri, apalagi sosialisasi juga telah dilakukan oleh pihak desa.

“Kepala Desa sudah sosialisasi berulang kali tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar, tetapi masih tetap saja ada warga yang membandel,” ucap Hasbullah. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved