Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

VIDEO: Desa Rimbo Panjang Kembali Sumbangkan Emisi Co2, 4 Ha Lahan Habis Dilalap Api

Karakteristik lahan gambut, selain mampu menyimpan karbon yang besar setelah hutan tropis, juga menyimpan momok menakutkan jika terjadi kebakaran laha

Tayang:
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Desa Rimbo Panjang kembali membara seperti yang pernah terjadi di tahun 2019 lalu.

Beberapa luas lahan di Desa Rimbo Panjang kembali eksis menjadi penyuplai kabut asap di Provinsi Riau.

Zat Co2 kembali membumbung ke udara dari lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar kembali harus turun lapangan memadamkan lahan yang terbakar, Selasa (9/3).

Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang jadi daerah yang memiliki karekteristik lahan gambut di Kabupaten Kampar.

Hampir 80 persen lahan yang ada di Desa Rimbo Panjang merupakan lahan gambut.

Karakteristik lahan gambut, selain mampu menyimpan karbon yang besar setelah hutan tropis, juga menyimpan momok menakutkan jika terjadi kebakaran lahan.

Peristiwa Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di lahan gambut selalu menyulitkan dan tidak mudah dipadamkan.

Bara Karlahut di lahan gambut sering kali bertahan lama dan sukar dipadamkan jika bara sudah memasuki bagian dalam gambut.

Kepala Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra Lukita membenarkan tentang adanya peristiwa Karlahut terjadi di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Selasa (9/3).

Ia menuturkan Karlahut terjadi disekitar Jalan Uka Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar.

Lokasi kebakaran ini tepatnya terjadi di titik kordinat 0°28'23"N 101°16'28"E.

Menurutnya karena peristiwa tersebut, lebih kurang 4 Ha lahan ludes dilalap sijago merah.

Menurutnya peristiwa di Desa Rimbo Panjang terjadi sudah sejak Senin (8/3) malam.

"Kita menerima laporan terjadinya Karlahut, Senin (8/3) malam. Laporan yang diterima disusul dengan turunnya tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Bhabinkamtibmas, pihak Kepolisian dan Babinsa kelokasi," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved