Gunung Emas Ditemukan Di Kongo, Ramai Warga Bawa Sekop Dan Karung, Harga Emas Dunia Bisa Anjlok
Akibat demam emas ini, pemerintah mengeluarkan larangan untuk menghentikan semua kegiatan penambangan di desa Kivu Selatan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Penemuan gunung mengandung emas di Kongo membuat heboh masyarakat dunia.
Gunung emas itu pun ramai didatangi warga sekitar dengan membawa sekop dan karung.
Video aktifitas warga yang sedang memasukan emas yang masih bercampur dengan tanah pun viral di media sosial.
Dalam video tersebut, mereka memisahkan tanah dan emas hanya menggunakan air.
Dengan cara dan alat sesederhana itu, mereka bisa mendapatkan puluhan kilogram emas hanya dalam satu hari.
Penemuan gunung emas itu pun diperediksi bisa membuat harga emas dunia anjlok.
Video gunung emas ini viral setelah seorang jurnalis lepas bernama Ahmad Algohbary mengunggahnya di Twitter.
Jurnalis BBC London itu saat ditanya mengaku bukanlah dirinya yang merekam video yang diunggahnya di Twiiter itu.
Menurutnya, sebelum dia mengunggah video itu, ia mengatakan video tersebut sudah terlebih dulu tersebar di media sosial dan salah satu pengunggahnya yaitu kanal YouTube bernama 2nacheki.
Malenga mengatakan kejadian tersebut terjadi di gunung di sebuah desa yang berada di 35 km dari utara Bukavu, Ibu Kota Kivu, Kongo.
Pemerintah telah mengirim polisi ke daerah tersebut untuk mengembalikan ketertiban dan untuk mengumpulkan kembali emas yang dibawa warga desa.
Kongo memang negara yang terkenal dengan mineral dan logam mulia seperti emas.
Adapun gunung lokasi penjarahan tersebut terjadi di wilayah pertambangan yang terdaftar dengan pekerja resmi.
Sementara itu, melansir dari Reuters, Menteri Pertambangan negara bagian Kivu Selatan, Vernant Burume Muhigirwa mengonfirmasi penemuan bijih emas telah menyebabkan demam emas.
Akibat demam emas ini, pemerintah mengeluarkan larangan untuk menghentikan semua kegiatan penambangan di desa Kivu Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/butiran-emas-dari-gunung-emas-kongo.jpg)