Breaking News:

Inhil

Sempat Bikin Panik Warga, Ular Piton di Tembilahan Akhirnya Diserahkan DPKP Inhil Ke BBKSDA Riau

Ular piton atau ular sanca batik itu sebelumnya berhasil dievakuasi DPKP Inhil dari pemukiman warga di Gang Misfaka, Pekan Arba, Tembilahan.

Tribunpekanbaru.com
Seekor ular piton sempat membuat panik dan heboh warga Tembilahan tepatnya di Jalan Pekan Arba, Gang Misfala, Kelurahan Pekan Arba. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyerahkan ular piton di Inhol atau ular Sanca Batik kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Ular piton atau ular sanca batik dengan nama lain Phyton Reticulatus itu sebelumnya berhasil dievakuasi DPKP Inhil dari pemukiman warga di Gang Misfaka, Kelurahan Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan, beberapa hari lalu.

Kepala Wilayah Administrasi Kehutanan Rengat langsung datang ke Tembilahan di dampingi Upt Kehutanan Tembilahan (Polhut) di Kantor DPKP Inhil, Selasa (16/3).

Serah terima kepada BBKSDA Riau dilakukan melalui Kasi Evakuasi dan Penyelamatan, Tarsani dengan kepala wilayah Administrasi Rengat, Zulkifli dan disaksikan langsung oleh Kepala DPKP Inhil, H. Eddiwan Shasby sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Ular Piton di Inhil Sepanjang 5 Meter Berkeliaran di Pemukiman Warga, Sempat Hebohkan Warga

Baca juga: VIDEO: Geger, Ular Piton Sepanjang 5 Meter Masuk Pemukiman Warga di Tembilhan Riau

Kepala DPKP Inhil, H. Eddiwan Shasby menyerahkan ular piton atau ular sanca batik kepada BBKSDA Riau melalui BBKSDA Wilayah I Rengat di Kantor DPKP Inhil.
Kepala DPKP Inhil, H. Eddiwan Shasby menyerahkan ular piton atau ular sanca batik kepada BBKSDA Riau melalui BBKSDA Wilayah I Rengat di Kantor DPKP Inhil. (Tribunpekanbaru.com/T Muhammad)

Kepala DPKP Inhil, H. Eddiwan Shasby menuturkan, DPKP Inhil mengelami kesulitan untuk mengembalikan ular piton atau ular Sanca Batik ini ke habitatnya di Inhil.

“Ular ini cukup besar dan khawatir dapat membahayakan masyarakat. Oleh karena itu kita berkoordinasi dengan UPT Kehutanan di Tembilahan dan selanjutnya disarankan berkoordinasi ke BKSDA Perwakilan Rengat,” ungkap Eddiwan.

Ditambahkannya, ular piton atau ular sanca batik ini termasuk hewan yang dilindungi sehingga harus ditangani lebih lanjut, direncanakan ular akan di lepas liarkan ke habitatnya di Hutan Kerumutan.

Mantan Kepala Dinas Perkebunan Inhil ini pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati – hati terutama di lokasi ditemukan ular phyton tersebut.

“Karena berdasarkan informasi masyarakat setempat yang diterima oleh DPKP masih ada 1 ekor lagi ular phyton dan ukurannya lebih besar dari yang kita temukan sekarang,” pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved