Anak Junta Militer Myanmar yang Kerja Di Luar Negeri Kini Diburu Massa Anti-kudeta
Warga Myanmar yang kerja di Luar negeri ingin menyampaikan pesan kepada junta militer bahwa anak-anak mereka akan diburu ke mana pun mereka berada.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Anak junta yang berada di luar negeri kini diburu oleh diaspora pendukung demokrasi Myanmar, saat kekerasan meningkat terhadap massa yang menuntut diakhirinya kudeta militer dan pembebasan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.
Susu San, seorang diaspora wanita yang bekerja sebagai insinyur listrik di Australia berdiri di salah satu rumah sakit yang diyakini sebagai tempat kerja putra jaksa agung Myanmar yang berprofesi sebagai dokter.
Melansir Reuters pada Jumat (19/3/2021), Susu San memutuskan untuk menunjukkan kepada junta bahwa anak-anak mereka akan diburu ke mana pun mereka berada.
Susu San berdiri di area parkir rumah sakit Australia dengan menggunakan masker ia melakukan hormat tiga jari sambil membawa papan protes yang bertuliskan "Bebaskan Aung San Suu Kyi".
Baca juga: Dulunya Mesra Dengan Militer, Kini Biksu Myanmar Merasa Membesarkan Ular
Baca juga: Sejumlah Perusahaan China Di Myanmar Dibakar, Rakyat Sebut Propaganda Junta Militer
"Mereka pikir mereka tidak tersentuh," ujar wanita berusia 33 tahun itu.
Susu San mengatakan targetnya di Rumah Sakit Mackay adalah dokter berusia 28 tahun, Min Ye Myat Phone Khine.
Ibu dari Phone Khine adalah jaksa agung junta, Thida Oo, yang kantornya sekarang menangani kasus hukum terhadap Suu Kyi.
Dia pernah menjabat sebagai sekretaris tetap di kantor jaksa agung selama pemerintahan sipil, dan penerimaannya atas peran junta dipandang sebagai pengkhianatan yang mendalam oleh para pendukung Suu Kyi.
Ia melakukan perjalanan 1.500 kilometer dari utara Queensland untuk menuju tempat kerja satu "anak junta" di rumah sakit di kota kecil Mackay.
"Ini adalah cara untuk memberdayakan rakyat kami dengan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa melarikan diri dari pelanggaran hukum dan kebrutalan," ujarnya.
Baca juga: Pengakuan Pilu Polisi Myanmar yang Lari Ke India Pasca Kudeta Militer, Ternyata Masih Punya Nurani
Baca juga: Myanmar Bergejolak! 12 Orang Tewas Ditembak Polisi: Junta Militer Makin Menggila
Sejak kudeta, beberapa demonstran meluncurkan kampanye online untuk mengutuk anggota keluarga dan orang-orang terkait dengan junta di Myanmar dan sekitarnya, serta mereka yang berada di luar negeri dengan nyaman, bebas dari kerusuhan berdarah di tanah air.
Pemrakarsa kampanye tersebut mengatakan itu adlaah cara tanpa kekerasan untuk menekan junta agar mengakhiri kudeta dan mengembalikan demokrasi Myanmar.
"Militer paham satu bahasa. Itu adalah tekanan," kata Tun Aung Shwe, anggota komunitas Burma di Australia, yang pergi ke Canberra untuk mendesak pemerintah agar memberikan sanksi kepada orang-orang yang berafiliasi dengan junta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rakyat-myanmar-melawan-tembakan-militer-dengan-peralatan-yang-seadanya.jpg)