Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kamp Penampung yang Dihuni 50.000 Pengungsi Terbakar, Anak-anak Rohingya Tewas Terjebak

Tak semua pengungsi yang berhasil keluar dari kamp lantaran terjebak pagar kawat berduri yang dipasang oleh pemerintah setempat.

REUTERS via BBC
Pengungsi Rohingya 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kap penampungan yang dihuni sebanyak 50.000 warga Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh terbakar hebat Senin (22/3/2021).

Tak semua pengungsi yang berhasil keluar dari kamp lantaran terjebak pagar kawat berduri yang dipasang oleh pemerintah setempat.

Akibatnya banyak anak-anak pengungsi Rohingya tewas terbakar.

Belum diketahui penyebab terbakarnya kamp tersebut.

Pejabat Bangladesh pada Selasa (23/3/2021) mulai menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang membunuh setidaknya 7 orang dan puluhan ribu orang terlantar di kamp pengungsi Rohingya.

Melansir Reuters pada Selasa (23/3/2021), api mengepung kamp Balukhali dekat tenggara Cox's Bazar pada Senin malam waktu setempat, membakar ribuan gubuk ketika orang-orang bergegas menyelamatkan sedikit harta benda mereka.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pagar pembatas berduri sekitar kamp menjebak banyak orang, melukai beberapa orang, dan menyebabkan badan-badan kemanusiaan internasional menyerukan pagar itu dicabut.

Organisasi kemanusiaan Refugees International, yang memperkirakan 50.000 orang telah mengungsi, mengatakan tingkat kerusakan mungkin tidak diketahui untuk beberapa waktu.

"Banyak anak hilang, dan beberapa tidak dapat melarikan diri karena kawat berduri dipasang di kamp," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

John Quinley dari Fortify Rights, sebuah organisasi hak asasi yang bekerja dengan Rohingya, mengatakan dia telah mendengar laporan serupa.

Kemudian, ia menambahkan bahwa pagar itu juga telah menghambat distribusi bantuan kemanusiaan dan layanan vital di kamp-kamp pada masa lalu.

“Pemerintah harus menghapus pagar dan melindungi pengungsi,” kata Quinley.

 "Sekarang telah terjadi sejumlah kebakaran besar di kamp-kamp termasuk kebakaran besar pada Januari tahun ini...Pihak berwenang harus melakukan penyelidikan yang tepat atas penyebab kebakaran tersebut," lanjutnya.

Sebagian besar orang di kamp-kamp itu melarikan diri dari Myanmar pada 2017 di tengah tindakan keras pimpinan militer terhadap Rohingya.

Menurut penyelidik PBB, etnis Rohingya di Myanmar dieksekusi dengan "niat genosida", tapi tuduhan itu dibantah oleh pihak Myanmar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved