Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mobil Terjun ke Sungai Kampar Riau, 4 Motor yang Dibawanya Ikut Nyemplung

Sebuah mobil terjun ke Sungai Kampar. Kejadian tersebut terjadi di KM 77 Jalan Lintas Pekanbaru - Sumbar, Selasa. Begini nasib sopir

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Istimewa
Sebuah mobil terjun ke Sungai Kampar. Kejadian tersebut terjadi di KM 77 Jalan Lintas Pekanbaru-Sumbar, Desa Merangin Kecamatan Kuok, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Sebuah mobil terjun ke Sungai Kampar. Kejadian tersebut terjadi di KM 77 Jalan Lintas Pekanbaru-Sumbar, Desa Merangin Kecamatan Kuok, Selasa (23/3/2021).

Kasatlantas Polres Kampar, AKP Angga Wahyu Prihantoro membenarkan tentang adanya peristiwa mobil terjun ke sungai tersebut.

Peristiwa naas ini menurutnya menimpa kendaraan berplat nomor BM 8037 FZ.

Kendaraan naas ini berjenis mobil Pick Up yang digunakan untuk mengangkut sepeda motor dealer Capella Honda.

Ada empat sepeda motor diangkut kendaraan pick up ini.

Keempat motor ini turut nyemplung ke Sungai Kampar bersama mobil pengangkut tersebut.

AKP Angga Wahyu Prihantoro mengatakan ada satu orang yang menjadi korban luka-luka dalam peristiwa ini, bernama Aprinaldi (32) warga Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Menurutnya kejadian naas ini bermula dari mobil pick Up BM 8037 FZ yang dikemudikan oleh Aprinaldi bergerak dari arah Pekanbaru menuju arah Sumbar.

Setelah melewati tikungan tiba-tiba kendaraan bergerak ke kiri Jalan kemudian masuk kedalam Sungai.

Karena Kelalaian dan kurang hati-hatinya pengemudi mobil melewati tikungan bergerak ke kiri lalu hilang kendali sehingga terjadilah kecelakaan tunggal tersebut.

Terpaksa Buang Muatan ke Laut,Pick Up Tergelincir Nyaris Terjun Saat Bongkar Muat di Dermaga di Riau

Insiden lainnya terkait mobil terjadi di Bengkalis. Muatan terpaksa dibuang ke laut saat pick up pengangkut kerikil tergelincir nyaris terjun saat bongkar muat RoRo di dermaga di Riau

Hal itu disebabkan adanya perbaikan Movable Bridge (MB) dermaga satu Pelabuhan RoRo Desa Air Putih, Kabupaten Bengkalis

Satu unit mobil pick up bermuatan batu kerikil hampir jatuh ke laut saat sedang melewati MB karena mobil slip.

Beruntung mobil tertahan oleh tali baja (wire rope) kapal yang ada di sisi luar MB.

Peristiwa ini terjadi Jumat (19/3/2021) pada saat kapal RoRo dari Sei Selari tiba dermaga Satu Pelabuhan RoRo Air Putih.

Menurut sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut, mobil pick up berusaha naik ke pelabuhan dengan mengambil posisi sebelah kanan MB.

Karena sisi yang sebelah kiri lagi sedang dalam perbaikan.

Namun, diduga karena kondisi MB yang licin mobil gagal untuk naik.

Bahkan mobil makin bergerak ke luar MB dan akhirnya ban belakang kanan sopir ke luar jalur.

"Beruntung di sisi luar MB terdapat tali baja yang menahan mobil tersebut," ungkap Zulkarnain warga Bengkalis yang pagi itu berada di lokasi.

Aksi penyelamatan segera dilakukan dengan mengikat bagian sisi kiri mobil untuk membantu agar tidak terjungkal ke laut.

Untuk menyelamatkan mobil terpaksa muatannya dibuang dan akhirnya mobil tersebut bisa keluar dari MB.

Sekretaris Dinas Perhubungan Bengkalis Zul Asri saat dihubungi membenarkan adanya mobil yang tegelincir dan hampir terjun ke laut.

Menurut dia, kejadian ini kemungkinan disebabkan karena tempat keluar mobil basah dan ban mobil botak, jadi licin dan sulit nanjak.

Hal ini senada disampaikan Kabid Pelayaran Dishub Bengkalis, Ngawidi. Diakui memang pihaknya sedang melakukan perbaikan terhadap beberapa fasilitas penyeberangan.

Termasuk salah satu sisi MB di dermaga satu, sehingga kendaraan yang keluar masuk hanya menggunakan sisi lain yang masih bagus.

Walau tidak leluasa sebagaimana dalam kondisi normal, Ngawidi mengatakan umumnya kendaraan bermotor terutama kendaraan roda empat bisa melalui dengan mudah.

“Kejadian tadi itu pas MB-nya basah kena hujan, ditambah pula mungkin bannya botak dan muatan berat, jadi licin dan sulit untuk naik,” tambahnya.

Meskipun dalam masa perbaikan dermaga satu pelabuhan RoRo Bengkalis ini tetap dioperasikan.

Hal ini dikarenakan antrian bisa lebih panjang jika hanya dermaga dua yang beroperasi, masyarakat bisa marah kalau hanya satu dermaga yang beroperasi.

"Apalagi sebenarnya dermaga satu ini masih bisa digunakan, yang terpenting pengendara harus hati-hati dan awak kapal ikut membantu mengarahkan kendaraan kendaraan yang keluar masuk,” terang Ngawidi seraya berharap agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Artikel lain terkait insiden mobil yang terjun ke sungai

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved