Polisi Ditembaki Hingga 100 Kali, Penggerebekan Pabrik Senpi Rakitan di Sumsel Mencekam
Penggerebekan tempat perakitan senjata api di Ogan Komering Ilir Sumsel berlangsung dramatis.Aparat polisi sampai ditembak 100 kali oleh tersangka.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Bak peristiwa di film action, penggerebekan tempat perakitan senjata api di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) ini sungguh dramatis.
Polisi yang berupaya menangkap pelaku ternyata mendapat perlawanan sengit.
Aparat yang bersiap menggerebek tempat perakitan senpi itu bahkan ditembak hingga 100 kali.
Dilansir dari Tribun Sumsel, sebelumnya anggota Satuan Reskrim Polres Ogan Komering Ilir berhasil menangkap pelaku pembuatan senjata api rakitan di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir, Minggu (28/2/2021) dinihari.
Saat dihubungi, Kapolsek Sungai Menang, AKP Ipda Suhendri menyebutkan jika kondisi saat melakukan penangkapan sangat mencekam.
"Kami waktu penangkapan itu kan jalan pulang dengan membawa pelaku melalui jalur sungai menggunakan perahu ketek. Jadi warga telah bersiap di pinggiran kampung,"
"Jadi waktu rombongan kita lewat, mereka ini mulai secara bersamaan menembaki ke arah perahu hingga lebih dari 100 kali. Untung saja tidak ada satupun yang terkena anggota maupun badan kapal," jelasnya.
Berselang sehari setelah penangkapan, dijelaskan Suhendri jika kondisi di desa Sungai Ceper sudah kembali kondusif.
"Alhamdulillah tadi pagi anggota kami melakukan patroli ke lapangan, dan kondisi disana sudah aman dan kondusif. Namun tetap kita kerahkan babinkamtibmas melakukan pemantauan," ungkap Kapolsek.
Diterangkan Suhendri, hanya sebagian kecil masyarakat yang memiliki dan menguasai Senpira. Kebanyakan bermukim di daerah Sungai Ceper Laut.
"Jadi kan itu ada 2 dusun yaitu Sungai Ceper darat dan Sungai Ceper Laut. Untuk yang memiliki senpira memang didominasi warga yang tinggal di Sungai Ceper Laut," ujarnya termasuk pelaku pembuat senpi yang telah diamankan.
"Kalau selama ini setau saya pistol ilegal yang dikuasai warga rata - rata hanya disimpan saja untuk keperluan berjaga-jaga," tambahnya.
Meskipun di Desa Sungai Ceper Laut terdapat tempat pembuatan senpira, akan tetapi pembeli justru kebanyakan berasal dari orang luar daerah.
"Memang keberadaan perakit senjata api rakitan ini cukup menarik minat pembeli dari berbagai penjuru, seperti kasus ini kan pembelinya kebanyakan dari luar daerah," tutupnya.
Kronologis
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/gerebek-pabrik-senpi-ilegal-di-oki-sumsel.jpg)