Habiskan 56 Miliar, Libatkan 8 Insinyur, Malaysia Sukses Miliki Kendaraan Lapis Baja Buatan Sendiri
Habiskan anggaran hingga Rp 56 miliar, libatkan 8 Insinyur, Malaysia sukses ciptakan kendaraan lapis baja sendiri.
TRIBUNPEKANBARU.COM- Habiskan anggaran hingga Rp 56 miliar, Malaysia ciptakan kendaraan lapis baja sendiri.
Kini mereka tidak lagin tergantung dengan luar negeri terkiat dengan pasokan kendaraan militer dan persenjataan.
Bukti nyata bahwa Malaysia mampu menciptakan produk yang berkualitas.
Tak tanggung-tanggung, untuk menyelesaikan kendaraan berat yang diberi nama Tarantula tersebut setidaknya delapan insinyur dan 100 staf dilibatkan.
Kini Malaysia bisa berbangga dengan keberadaan tarantula sebagai kendaraan tempur buatan dalam negeri.
Malaysia meresmikan kendaraan militer lapis baja buatan dalam negeri pertamanya yang diberi nama Tarantula.
Peresmian Tarantula dilakukan di Wisma Perwira Tentera Darat, Malaysia, oleh Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob pada Jumat (2/4/2021).
Melansir The Star, Jumat (2/4/2021), kendaraan lapis baja itu diklaim 100 persen buatan Malaysia dan diproduksi oleh Mildef International Technologies Sdn Bhd.
Mildef International Technologies Sdn Bhd mengkategorikan kendaraan militer tersebut sebagai High Mobility Armoured Vehicle (HMAV).
Tarantula merupakan kendaraan lapis baja berpenggerak roda empat. Ismail Sabri mengatakan, kendaraan lapis baja itu telah diselesaikan tiga bulan lalu.
Dia menambahkan, kendaraan militer tersebut dibuat oleh tim yang terdiri dari delapan insinyur dan lebih dari 100 staf Kementerian Pertahanan Malaysia (Mindef).
Kementerian Pertahanan Malaysia menggelontorkan dana senilai 16 juta ringgit (Rp 56 miliar) untuk proyek tersebut yang mencakup penelitian dan pengembangannya.
"Ini buatan Malaysia. Saya sudah katakan (sebelumnya) Mindef akan fokus pada fakta bahwa para ahli di Malaysia mampu memproduksi senjata kita sendiri,” kata Ismail Sabri.
Dia menambahkan, dengan mampu memproduksi alat utama sistem pertahanan dari dalam negeri, Malaysia tidak bergantung dengan luar negeri.
Menurut Ismail Sabri, kendaraan lapis baja tersebut telah melalui berbagai evaluasi dan pengujian sesuai dengan standar militer internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bendera-malaysia-bendera.jpg)