Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hukum Mandi Balimau Jelang Puasa Ramadhan, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ada salah satu tradisi yang bisanya dilakukan sebagian masyarakat menjelang tibanya bulan ramadan yaitu tradisi mandi belimau.

Editor: Muhammad Ridho
net/google
Ilustrasi balimau 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dalam hitungan hari umat muslim di dunia kembali menjalankan ibadah puasa.

Ada berbagai persiapan  menyambut bulan yang penuh berkah tersebut.

Ada salah satu tradisi yang bisanya dilakukan sebagian masyarakat menjelang tibanya bulan ramadan yaitu tradisi mandi belimau.

Hal ini nampaknya telah menjadi tradisi ini sudah berlangsung lama.

Lantas, bagaimanakah hukumnya?

Tradisi yang bertujuan mensucikan lahir dan batin guna menyongsong bulan penuh berkah tersebut di pulau Bangka masih dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

Berkaitan dengan tradisi ini Ustad Abdul Somad sempat membicarakannya.

Dia menyebutkan tradisi Melayu tidak lepas dari agama Islam.

Termasuk mengenai mandi belimau menjelang bulan puasa Ramadhan dan kegiatan lainnya.

Lalu, ada yang menyebutkan mandi belimau tidak ada dalam ajaran agama.

"Orang Melayu mandi belimau apa masalahnya. Orang Melayu dulu banyak tinggal di tepian sungai. Nah, ada tradisi Melayu tua

mandi belimau di dalam hutan pakai jeruk, asam. Kenapa mereka mandi di sungai, karena rumah dekat sungai. Kok pakai limau,

ya untuk membersihkan tubuh."

"MUI bilang haram, haramnya di mana mandi belimau. Ternyata saat ada mandi belimau, diundang artis keyboard (orgen) tunggal lalu joget-joget, itu yang haram.

Jangan sampai bilang nenek moyang kita tidak berilmu. Haram kalau laki-laki dan perempuan bukan muhrim mandi bersama di

sungai, ada orgen. Ini local wisdom, tidak ada kaitan lain. Kalau disebutkan tidak mandi (belimau) maka puasa tidak sah itu baru

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved