Breaking News:

Pendeta Pun Tak Lagi Dianggap Di Puncak Papua: Kampung Kami Sudah Hitam

Dengan suara sedih mereka mengucap syukur, karena Aparat TNI PoLRI sudah berhasil menempati dan mengamankan perkampungan warga dari kecaman KKB.

AFP PHOTO / ROMEO GACAD
Perempuan Papua 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua sudah melewati batas kemanusiaan.

Selain menjarah, merusak, dam membunuh, para anggota KKB juga merudapaksa gadis-gadis di Puncak, Papua

Bahkan, tokoh agama pun tak lagi mereka hargai. 

Kekejian KKB Papua dinilai sudah melewati batas kemanusiaan. 

Kondisi ini terungkap saat TNI-Polri  olah TKP gedung sekolah yang dibakar KKB dan lokasi penembakan KKB terhadap para guru di Beoga yang bertempat di distrik Julukoma.

Pendeta Jupinus adalah pegawai distrik di Julukoma dan juga sebagai penggembala di gereja setempat. 

Dengan suara sedih mereka mengucap syukur, karena Aparat TNI PoLRI sudah berhasil menempati dan mengamankan perkampungan warga dari kecaman KKB.

Pdt Jupinus Juga menyampaikan bahwa tindakan KKB sudah sangat tidak bermoral, dan melewati batas. 

Tak hanya merusak ,membunuh, membakar, KKB juga memperkosa anak anak perempuan di kampung Beoga sebagai alat pemuas mereka.

“Kami para gembala sudah tidak dianggap lagi. Kampung kami ( Beoga ) sudah hitam karena mereka KKB. Masyarakat marah, tuan tanah marah, Tuhan marah, kami semua sudah marah sekarang, karena yang mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak-anak perempuan mereka kasih hancur, kami sudah di rumah rumah pun mereka kasih hancur,” Ucap Pdt Jupinus bersama warga setempat.

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved