Risna. .Risna. .Adikmu Meninggal Diparang Suaminya, 'Mendengar Kabar Itu, Saya Syok'
Mendengar itu saya syok. Saya coba tenangkan diri lalu telepon mama, ngasih kabar ke kampung. Setelah itu saya ke TKP sama adik kandung saya laki-laki
TRIBUNPEKANBARU.COM- Risna. .Risna. .adikmua meninggal diparang suaminya. Teriakan tersebut masih terngiang ditelinga Risnawati (39).
Kabar yang memberitahukan jika adiknya yang bernama Riskawati telah meninggal dunia.
Kematian tersebut mengungkap perilaku sang suami adiknya yang memang sudah lama menjadi beban bagi almarhumah.
Tidak hanya kerap mendapat pukulan, namun juga harus mau melakukan hal yang melanggar hukum.
Termasuk membelikan sabu-sabu untuk suaminya. Jika tidak dilakukan, maka alamat korban akan dianiaya.
"Saya nggak dengar deringan telepon masuk. Pas ke luar rumah, tetangga teriak panggil saya, risna...risna adikmu si bolong meninggal diparangi suaminya. Panggilan akrab almarhumah itu bolong' ungkap Risnawati
Mendengar itu saya syok. Saya coba tenangkan diri lalu telepon mama, ngasih kabar ke kampung. Setelah itu saya ke TKP sama adik kandung saya laki-laki.
Waktu ke sana saya dapati almarhumah sudah ditutupi mayatnya sama 2 petugas Polisi. Saya hanya bisa saksikan dari bawah rumah, banyak darah berceceran di depan pintu rumah almarhumah," ujarnya.
Sosok Pelaku
Inilah sosok suami yang tega menganiaya istrinya hingga tewas di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Pelaku kerap meminta istrinya untuk membelikan sabu-sabu.
Jika korban menolak, maka pelaku akan memukuli korban berkali-kali.
Diketahui, pria (suami) itu bernama Musdar (28).
Kesehariannya sebagai buruh penombak kelapa sawit di sebuah perusahaan sawit Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan.
Sementara sang istri Riskawati (29), seorang ibu rumah tangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-penemuan-mayat-atau-jenazah.jpg)