TAK MENCLA MENCLE: Presiden Filipina Duterte Siap Perang di Laut Cina Selatan, Singgung Harta Karun

Laut Cina Selatan yang oleh Filipina disebut Laut Filipina Barat diyakini menyimpan ‘harta karun’.

Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
AFP
Presiden Rodrigo Duterte mencoba menembak dengan senjata laras panjang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Situasi di Laut Cina Selatan memang belum mereda.

Terbaru, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan pernyataan tegas.

Respon itu atas meningkatnya aktivitas maritim Tiongkok di Laut Cina Selatan.

Pernyataan Duterte ini dikeluarkan bukan karena peningkatan aksi ‘pencurian’ ikan oleh para nelayan Tiongkok, tapi karena adanya potensi penambangan minyak dan sumber daya lainnya di kawasan yang dipersengketakan itu.

Laut Cina Selatan yang oleh Filipina disebut Laut Filipina Barat diyakini menyimpan ‘harta karun’.

Tidak hanya minyak bumi, tapi juga ada nikel dan batu mulia.

Baca juga: UPDATE Korupsi Bansos Covid-19:Juliari Batubara Didakwa Terima Uang Haram dari Pengusaha

Baca juga: Rintihan Hati Guru Bantu Provinsi di Kuansing,4 Bulan Tak Gajian,Terpaksa Nunggak Kontrakan, Ngutang

Duterte memperingatkan China untuk tidak pernah melakukan aktivitas pengeboran minyak dan penambangan sumber daya lainnya di sana.

Jika China mengebor minyak di perairan yang disengketakan itu, maka ia akan mengirim kapal perang angkatan laut ke sana.

Pernyataan Duterte ini sekaligus menjawab kritikan yang kerap dilontarkan kepadanya.

Ia disebut oposisi bersikap lunak ke Beijing karena dianggap terlalu lunak terhadap aksi nelayan China yang belakangan sering melanggar keputusan arbitrase internasional soal zona ekonomi ekslusif (ZEE) Filipina.

Baca juga: Promo Indomaret Hari Ini, Belanja Heboh Minyak Goreng hingga Popok, Super Hemat, Cek Daftarnya

Baca juga: Penindasan Kebebasan Beragama Di China Dan Myanmar Jadi Penindasan Terburuk Di Dunia

“Saya sekarang tidak begitu tertarik (pada kegiatan) menangkap ikan, saya kira tidak banyak ikan yang perlu diperdebatkan,” kata Rodrigo Duterte dalam pidato publik yang direkam sebelumnya pada Senin malam.

"Tapi saat kita mulai menambang, saat kita mulai memanfaatkan apa yang tersimpan di Laut China Selatan, yakni minyak kita, maka saat itu ... saya akan mengirim kapal abu-abu (angkatan laut) ke sana untuk menyatakan klaim kita," katanya.

Ketegangan antara Filipina dan China meningkat sejak bulan lalu setelah ratusan kapal China terdeteksi di Whitsun Reef di Kepulauan Spratly, yang diperebutkan oleh beberapa negara.

Baca juga: VIDEO: Tubuh Vicky Shu Nyaris Tak Dikenali Usai Melahirkan, Kini Penampilannya Bikin Pangling

Baca juga: Jasad Pria Pencari Rumput yang Diterkam Buaya Ditemukan Sudah Tidak Utuh

Baca juga: Ayo Pemburu Diskon,Matahari Plaza Citra Gelar Bazar Promo Diskon hingga 70%, Ada Promo Apa Lagi Ya?

Sejak bulan lalu, ratusan kapal penangkap ikan dan milisi Tiongkok telah dijejalkan ke Laut Filipina Barat, yang diklaim oleh kedua negara sebagai milik mereka.

Manila telah berulang kali mengajukan protes diplomatik atas keberadaan kapal-kapal tersebut, menuntut Beijing untuk memindahkan kapal-kapal tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved