Breaking News:

1000 Bibit Mangrove Iri Indonesia, Bangun Optimisme Pulih Dari Keterpurukan Ekonomi

Setelah launching program di Riau, kali ini IRI Indonesia mengadakan sosialiasi Bhisama di Desa Kedonganan, Bali.

istimewa
IRI Indonesia mengadakan sosialiasi Bhisama di Desa Kedonganan, Bali 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Prakarsa Lintas Agama (IRI Indonesia) kembali melanjutkan program kerjanya.

Setelah launching program di Riau, kali ini IRI Indonesia mengadakan sosialiasi Bhisama di Desa Kedonganan, Bali.

Bhisama Umat Hindu sama seperti Fatwa Umat Islam yang menghimbau umat hindu untuk menjaga lingkungan dan ekosistem melalui Bhisama No 5 tahun 2015.

Saat ini ada tiga wilayah di Bali yang memiliki ekosistem mangrove yaitu Denpasar , Serangan dan Kedonganan. Baru denpasar yang sudah dikembangkan menjadi eco-wisata.

Potensi hutan mangrove yang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata sangat terbuka lebar.

Direktur Program IRI Indonesia dalam sambutannya mengatakan potensi hutan mangrove di Kedonganan bisa di jadikan eco-wisata seperti Raja Empat dimana turis bisa menikmati suasana hutan mangrove yang damai, dan jamuan makan laut yang fresh dari nelayan Kedonganan.

Potensi yang selama ini belum terjamah menurut Pa Wayan Mertha Ketua Desa Adat Kedonganan. Potensi pantai barat yang menyuguhkan restaurant dan cafe yg menyuguhkan hidangan makanan laut terpuruk selama covid.

Bahkan beberapa sudah gulung tikar dari awal Augustus 2020. Bersyukur pantai timur sebagai penghasil ikan dan potensi laut menjadi tulang punggung perekonomian desa Kedonganan.

I Gusti Komang, salah satu nelayan asli Kedonganan terpaksa berhenti melaut ketika covid memerahkan Bali. Menjadi pembersih pantai selama 2bulan, memberikan pencerahan bagaimana desa seharusnya memiliki pengolahan sampah plastik.

"8 ton plastik terkumpul selama covid sepanjang pantai dari jimbaran dan kedonganan seharusnya bisa dijadikan pendapatan" ujarnya.

Ia menambahkan jika Lembaga Desa mengolah plastik bekas bisa menambah perekonomian desa dan mensejahterakan warganya.

Tak dapat dipungkiri potensi hutan mangrove, pantai barat dan pantai timur kedonganan bisa menghasilkan pendapatan yg lumayan bagi masyarakat.

Namun sayang hingga saat ini masih blm bisa di maksimalkan oleh desa maupun masyarakat kedonganan.

Pandita Astono Chandra dari PHDI Pusat mengatakan IRI Indonesia mendorong masyarakat di sekitar hutan mangrove menjaga lingkungan hidup dan ekosistem sekitarnya tidak hanya di Bali juga di 2 provinsi sebelumnya Riau dan Kalimantan Timur.

Melalui sosialisasi Bhisama ini diharapkan tidak hanya masyarakat kedonganan di bali saja tapi seluruh umat hindu di indonesia bisa menjaga lingkungan dan hutan yang sudah ada saat ini. (rls)

Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved