Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jadi Tempat Pembantaian Virus Covid-19, 3.980 Warga India Tewas Dalam Sehari

Pada Kamis (67/5/2021), India melaporkan selama 24 jam terakhir, jumlah kematian harian akibat Covid-19  mencapai 3.980.

Capture Kompas
kremasi massal jasad pasien Covid di India 

TRIBUNPEKANBARU.COM - India bagaikan neraka sejak dihantam tsunami Covid-19. Ribuan orang tewas dalam satu hari.

Pada Kamis (67/5/2021), India melaporkan selama 24 jam terakhir, jumlah kematian harian akibat Covid-19  mencapai 3.980.

Sedangkan jumlah infeksi lebih dari 400.000. Angka tersebut menjadi rekor terbaru bagi India.

Total kasus di India itu melonjak melewati angka 21 juta.

Pendorongnya adalah, rekor infeksi harian virus corona dengan mencatat 412.262 kasus.

Ini kali kedua kasus di India tembus 400.000. 

Sedang total jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 di India sebanyak 230.168, data Kementerian Kesehatan India menunjukkan pada Kamis (6/5), seperti dikutip Al Jazeera.

Banyak ahli menduga, dengan tingkat pengujian yang rendah dan pencatatan penyebab kematian yang buruk serta krematorium kewalahan di banyak tempat, jumlah kasus dan kematian sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Gelombang besar infeksi sejak April lalu telah mendorong sistem perawatan kesehatan India ke jurang, dengan orang-orang mengemis tabung oksigen dan tempat tidur rumahsakit di media sosial juga saluran berita.

Mayat pasien Covid-19 menumpuk di tempat kremasi dan kuburan, dengan kerabat menunggu berjam-jam untuk melaksanakan upacara terakhir.

Pihak berwenang berebut untuk menambah lebih banyak tempat tidur di rumah sakit, mengirim oksigen dari satu sudut negara ke sudut lain, dan meningkatkan produksi beberapa obat yang efektif melawan Covid-19.

Pada Rabu (5/5), Pemerintah India menghadapi seruan untuk penguncian ketat secara nasional untuk memperlambat lonjakan infeksi virus corona.

Akibat ritual mandi bersama

India berubah menjadi zona kremasi massal pasca umat Hindu India menggelar Ritual Kumbh Mela di Sungai Gangga.

Ritual sakral tersebut membuat kasus Covid-19 di negara itu melonjak drastis,.

Bahkan, korban tewas akibat Covid di India bisa sepuluh kali lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi, menurut analisis jumlah yang dibakar di krematorium.

Dilansir dari Dailymail, sebanyak 314.835 infeksi lainnya dilaporkan pada hari Kamis, rekor dunia untuk angka kasus harian, sementara kementerian kesehatan mengatakan ada 2.074 kematian.

Infrastruktur kesehatan India pun bertekuk lutut oleh gelombang kedua Covid-19.

Gelombang kedua ini dinyatakan tiga kali lebih besar dari gelombang pertama.

Dalam gelombang kedua ini, varian virus Covid-19 pun jauh lebih menular.

Pada awal tahun, India mengira telah mengalahkan pandemi dan telah memulai kampanye vaksinasi massal.

Masker dan jarak sosial disingkirkan. Kerumunan dalam festival keagamaan pun marak.

Tapi sekarang kota-kota diisolasi lagi, obat anti-virus seperti redesivir beredar di pasar gelap. 

Tabung oksigen dijarah, kapal tanker diberi pengawalan bersenjata untuk mengangkut logistik.

Sementara infeksi India telah meningkat lebih tinggi daripada negara lain di dunia, kematian mereka tetap sangat rendah.

(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved