Breaking News:

Mudik Dilarang Tapi WN China Terus Datang Ke Indonesia, Faisal Basri: Rezim Gali Kuburnya Sendiri

Ekonom senior Faisal Basri keheranan dengan kabar kedatangan warga negara dari China di tengah jumlah pengangguran di Indonesia meningkat.

Editor: CandraDani
(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
Ilustrasi Sebanyak 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang sempat tertunda pemulanganya, akhirnya Jumat (3/4/2020) dipulangkan ke negara asalnya di China. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabar tentang kedatangan ratusan warga negara asing yang diduga tenaga kerja asal China di tengah larangan mudik menjadi sorotan luas masyarakat dan sejumlah tokoh.

Beredar kabar di sejumlah media nasional bahwa pada Kamis (7/5/2021) 171 WNA asal Cina  mendarat pukul 11.50 menggunakan pesawat Xiamen Air MF855 dari Fozhou.

Sebelumnya, pada 4 Mei juga datang, sebanyak 85 WNA China datang menumpang pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen.

Ekonom senior Faisal Basri keheranan dengan kabar kedatangan warga negara dari China di tengah jumlah pengangguran di Indonesia meningkat.

Faisal menyebut, kedatangan pekerja asal China sampai sekarang terus terjadi dan jumlahnya makin banyak.

"Selama Maret 2021, pekerja asing asal China masuk sebanyak 2.513 orang lewat bandara Sam Ratulangi, naik lebih 2 kali lihat dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 1.027 orang," tulis Faisal Basri di akun Twitternya, dilihat pada Jumat (7/5/2021).

"Itu jumlah yang terlacak. Kenyataannya boleh jadi lebih banyak. Dari Barat sampai Timur berjajar pekerja China," imbuhnya.

Selain mereka datang di saat mereka melarang masyarakat mudik, Faisal juga menyoroti jumlah pengangguran Indonesia yang saat ini masih cukup tinggi.

Faisal menyebut, pada Februari 2021, pengangguran tertinggi adalah pada kelompok usia muda (15-24 tahun), yaitu 18,03%, naik dari 16,31% pada Februari 2020.

Sedangkan penganggur lulusan SMK tertinggi (11,45%), menyusul SMA (8,55%), Universitas (6,97%)), dan Diploma I/II/III (6,61%).

"Jadi penganggur kian muda dan berpendidikan relatif tinggi. Mereka sasaran empuk direkrut jadi teroris," ungkapnya.

Faisal menambahkan, semua negara yang bergejolak di Timur Tengah (Arab Spring) berciri sama, yakni penganggur usia mudanya sangat tinggi.

"Ternyata, UU Cipta Kerja telah menunjukkan keberhasilannya, tetapi menciptakan lapangan kerja untuk warga asing," ungkap Faisal.

"Rezim yang sedang berkuasa sedang menggali untuk kuburnya sendiri," imbuhnya.

menteri wajib diganti
menteri wajib diganti (YouTube KOMPASTV)
Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved