Breaking News:

Ini Jumlah Kendaraan yang Disuruh Putar Balik Selama Larangan Mudik di Riau, Ada yang Kena Tilang

TNI, Dishub dan Satpol PP, mendirikan 54 pos penyekatan yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk di perbatasan provinsi.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Brimob Bersenjata Jaga Pos Penyekatan di Perbatasan Riau-Sumbar Sejak Larangan Mudik Lebaran Berlaku. Foto: Brimob bersenjata 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Belasan ribu kendaraan yang akan masuk dan keluar Provinsi Riau, menjalani pemeriksaan saat melintas di pos penyekatan.

Hal ini terkait dengan larangan mudik Lebaran, terhitung mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan, pihak kepolisian bersama instansi lain seperti TNI, Dishub dan Satpol PP, mendirikan 54 pos penyekatan yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk di perbatasan provinsi.

"Berdasarkan rekapitulasi dari 6 sampai 13 Mei 2021, kendaraan yang diperiksa saat melintas di pos penyekatan, antara lain sebanyak 6.280 sepeda motor, 9.778 mobil dan 169 bus," katanya merincikan, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Hindari Petugas Penyekatan Mudik Ke Sumbar, Dua Warga Riau Ini Malah Berjumpa Dengan Ajal

Baca juga: Mudik Pakai Sepeda Kumbang, Mahasiswa Ini Tempuh Jarak 249 KM dan Bekal Uang Rp 100 Ribu

Dari jumlah itu diungkapkan Sunarto, sebagian besar diminta untuk putar balik. Diantaranya 2.163 sepeda motor, 5.012 mobil, dan 181 bus.

Sementara sebagian lagi, boleh melanjutkan perjalanan karena telah memenuhi syarat. Seperti sudah mengantongi surat bebas Covid-19, dan masuk kategori pengecualian yang dilarang melintas.

Kendaraan yang bisa melintas yaitu 4.290 sepeda motor, 3.903 mobil, dan 2 unit bus.

"Beberapa diantaranya ada juga yang dikenakan sanksi tilang. Travel resmi sebanyak 6 unit, travel gelap 2 unit, dan bus 2 unit," rinci Kabid Humas.

Petugas di Posko Larangan Mudik di Simpang Perak Pangkalan Kerinci memeriksa kendaraan yang melintas, Sabtu (08/05/2021).
Petugas di Posko Larangan Mudik di Simpang Perak Pangkalan Kerinci memeriksa kendaraan yang melintas, Sabtu (08/05/2021). (Istimewa)

Ia menambahkan, ada pula kendaraan bermotor angkutan barang yang kedapatan berisi penumpang, yaitu 1 unit.

Untuk diketahui, adapun kriteria kendaraan yang boleh tetap melintas itu, diantaranya kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan dinas operasional TNI/Polri, ambulance/mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran.

Lalu kendaraan pelayanan distribusi logistik, mobil barang tanpa penumpang, mobil pengangkut obat dan alat kesehatan.

Berikutnya, kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dinas, kunjungan duka, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil didampingi 1 orang keluarga, persalinan didampingi maksimal 2 orang keluarga.

Terakhir, kendaraan yang digunakan mengangkut pekerja migran Indonesia.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved