Tekan Covid-19, Sejumlah Daerah Di Riau Terapkan Mikro Lockdown
Dalam menerapkan mikro lockdown, posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan pun dioptimalkan.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melanjutkan penerapan mikro lockdown atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 31 Mei 2021 mendatang.
Strategi mikro lockdown ini diterapkan untuk mengendalikan penularan Covid-19 hingga tingkat RT/RW.
Kebijakan yang berlaku sejak 18 Mei 2021 itu mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
Elemen masyarakat di Rohul dan Kabupaten Kepulauan Meranti misalnya. Mereka kompak mendukung strategi ini agar penularan Covid-19 bisa ditekan hingga di titik terendah.
Dalam menerapkan mikro lockdown, posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan pun dioptimalkan.
Plh Bupati Rohul Abdul Haris mengatakan, kebijakan ini disambut baik oleh semua tokoh masyarakat.
Dalam menerapkan kebijakan tersebut, pemerintah daerah pun melibatkan seluruh elemen hingga RT/RW dan Posyandu.
“PPKM berbasis Mikro dilakukan agar lebih intens melaksanakan kegiatan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment) sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 ditingkat RT, RW Desa dan Kelurahan,”katanya, Selasa (25/5/2021).
Selama mikro lockdown diterapkan, segala bentuk kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan ditiadakan.
Sementara kebijakan mikro lockdown berjalan, kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa berkolaborasi untuk mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan, vaksinasi hingga segala hal yang berkaitan dengan Covid-19.
“Semakin cepat diketahui terkonfirmasi semakin besar peluangnya untuk segera disembuhkan, jadi harus masyarakat harus tahu kita sama-sama, agar ke depan kita bisa menurunkan angka penularan dan meninggal,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan membangun posko pengendalian Covid-19 di setiap desa di Kecamatan Rangsang.
Pintu kelaur masuk di kecamatan itu pun dijaga ketat.
Petugas kesehatan juga gencar melaukan tes rapid antigen serta memperbanyak melakukan tracing terhadap warga dan orang yang melakukan kontak dengan pasien Covid.
"Tujuan dari semua ini untuk memutus mata rantai penularan dan penurunan kasus di desa tersebut," kata Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/foto_penyekatan_arus_mudik_di_simpang_garuda_sakti_pekanbaru_2.jpg)