Jebolan Universitas Top Dan Kuasai Dua Bahasa, Wanita Ini Hanya Jadi ART Di China
Seorang manajer dari Your Trust Home Service menyebut gadis bergelar sarjana itu akan dipekerjakan oleh seorang klien sebagai ART.
"Tolong ingat universitas paling bergengsi, seperti Tsinghua dan Universitas Peking, mengajari orang-orang berbakat yang seharusnya memperbaiki atau mengubah bangsa kita, dan membawa manfaat bagi kita semua."
"Bukankah bekerja sebagai pelayan keluarga menyia-nyiakan bakat seperti itu?" tulis seorang netizen yang dikutip South China Morning Post.
"Fakta bahwa seorang lulusan Tsinghua akhirnya bekerja sebagai pelayan keluarga adalah hasil dari persaingan yang ketat di pasar kerja," komentar netizen lainnya.
Kemudian permintaan gaji yang tinggi untuk ukuran ART juga memicu perdebatan di media sosial China.
"Dia bukan ART biasa. Dia pada dasarnya guru privat. Lihat bayarannya. Begitu tinggi sampai setara dengan manajer senior di perusahaan," tulis seorang warganet yang dikutip The Paper.
"Kita tak bisa menilai apakah suatu pekerjaan itu mulia atau rendah. Itu hanya pilihan seseorang," kata netizen di aplikasi WeChat.
Sementara itu manajer Your Trust Home Service menerangkan, para ART dengan ijazah dari universitas ternama biasanya bekerja sebagai tutor anak di keluarga.
Mereka mengajari anak-anak berbagai mata pelajaran, dengan upah mulai dari 15.000 yuan (Rp 33,7 juta) sampai 50.000 yuan (Rp 112,37 juta) per bulan.
"Beberapa anak klien belajar di sekolah internasional. Jadi mereka butuh tutor yang bisa bahasa Inggris sambil mengajari anak-anak," ungkap manajer tersebut.
Jumlah lulusan universitas di China terus meningkat dari tahun ke tahun selama 20 tahun terakhir.
Musim panas ini lebih dari sembilan juta mahasiswa akan lulus di China.
Lalu dalam lima tahun terakhir ada lebih dari 40 juta lulusan universitas maupun perguruan tinggi, dengan 77 persen di antara mereka yang dapat pekerjaan, menurut data Kementerian Pendidikan China.
Akan tetapi gaji para lulusan universitas tidak setinggi yang diharapkan banyak orang.
Menurut konsultan Mycos yang berbasis di Beijing, gaji bulanan rata-rata untuk lulusan universitas tahun 2018 dan 2019 masing-masing adalah 4.624 yuan (Rp 10,4 juta) dan 5.440 yuan (Rp 12,2 juta).
Akibatnya beberapa lulusan universitas mengambil pekerjaan yang tak lazim bagi seseorang dengan gelar sarjana.
Selain menjadi tutor keluarga, China Youth Daily awal bulan in melaporkan ada beberapa sarjana yang bekerja di peternakan babi.
(*)