Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

2 Warga yang Nekat Membuka Peti dan Memandikan Jenazah Pasien Covid-19, Tertular, Begini Kondisinya

Dipastikan dua dari delapan orang warga yang nekat membuka peti jenazah positif Covid-19 dinyatakan positif tertular.

Editor: Budi Rahmat
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi: Petugas yang mengenakan APD memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020). Lahan makam Covid-19 di TPU ini sudah penuh sejak 20 Desember 2020. Pengelola memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 dengan sistem tumpang atau di liang lahat keluarga. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Dipastikan dua dari delapan orang warga yang nekat membuka peti jenazah positif Covid-19 dinyatakan positif tertular.

Keduanya kemudian menjalani isolasi mandiri untuk proses penyembuhan selanjutnya.

Keduanya merupakan warga yang sebelumnya nekat membuka pati jenazah Covid-19 kemudian memandikan jenazah tanpa diketahui petugas Covid-19.

Sebab peristiwa tersebut terjadi saat Idul Fitri. Petugas ternyata sengaja diminta pulang lebih dulu oleh pihak keluarga.

Alasannya pada hari idul Fitri dan petugas bisa melaksanakan Sholat idul Fitri.

Namun tanpa disnagka-sangka, keluarga ternyata membuka kembali peti dan memandikan jenazah.

Dilakukan Pemeriksaan

Sebanyak dua dari delapan orang yang nekat membuka peti jenazah pasien Covid-19 di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dinyatakan positif hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr. Sartono mengungkapkan, kedua orang tersebut saat ini sedang menjalani isolasi mandiri karena tidak mengalami keluhan.

"Jadi memang termasuk OTG (orang tanpa gejala)," kata kata Sartono saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/5/2021).

Belajar dari kasus tersebut, Sartono meminta masyarakat untuk bisa mematuhi apa yang sudah menjadi prosedur petugas medis dalam pemakaman sesuai standar protokol Covid-19.

"Bahkan sebenarnya dari pihak rumah sakit sebetulnya selalu melibatkan anggota keluarga. Misal boleh turut memandikan jenazah saat di rumah sakit tentunya sesuai protokol," kata Sartono.

Sartono juga mengingatkan masyarakat agar tak menyepelekan Covid-19 karena memang pandemi belum berakhir.

Di sisi lain, tentu masyarakat tak perlu panik dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Covid jangan diremehkan, namun tak perlu panik juga. Ingat kita punya tuhan, punya Allah subhanahu wa ta'ala. Yang terpenting tetap jaga protokol kesehatan," kata Sartono.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved