Breaking News:

Airlangga: Inggris Akui RI Komitmen Terapkan Pertanian Berkelanjutan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini menerima kunjungan dari President Designate of the United Kingdom untuk COP26 Alok Sharma

Editor: rinalsagita
istimewa
Menko Bidang Perokonomian Airlangga Hartarto menerima President Designate of the United Kingdom untuk COP26 Alok Sharma di Jakarta pada Rabu (2/6/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini menerima kunjungan dari President Designate of the United Kingdom untuk COP26 Alok Sharma.

Di pertemuan tersebut, Airlangga mengucapkan terima kasih karena Indonesia dipercaya menjadi Ketua Dialog Bersama Perdagangan Hutan, Pertanian dan Komoditi (Forest, Agriculture and Commodity Trade /FACT) bersama Inggris.

"Saya senang Inggris mengakui kekuatan Indonesia yang berkomitmen untuk menerapkan pertanian berkelanjutan dan perdagangan komoditas serta sekaligus memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di bidang Perubahan iklim," ungkap Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021)

Menurut Airlangga, pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk membahas Co-Chairmanship, Indonesia dan Inggris tentang
Kehutanan, Pertanian dan Dialog Perdagangan Komoditas (FAKTA).

Selain itu kedua pimpinan dapat memainkan perannya guna mengarahkan dialog ini untuk kepentingan terbaik semua.

"Saya ingin menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperkuat dialog. Sebagai Co-chair, kita perlu berbagi visi dan pemahaman yang sama yang akan mengarah pada saling menguntungkan sebagai mitra yang setara," tutur Airlangga.

Airlangga menuturkan dunia saat ini sedang dihadapkan pada berbagai tantangan yang diperparah akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu sangat penting untuk berkolaborasi guna memulihkan ekonomi dan mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan, termasuk menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Ia menambahkan penting bagi negara-negara peserta untuk memanfaatkan Dialog FACT guna menemukan solusi umum dalam mengejar upaya untuk meningkatkan tujuan yang berkelanjutan, tanpa mengorbankan kebutuhan esensial untuk pemulihan ekonomi.

"Penting bagi kita untuk menjauhkan FACT dari fokus pada hal komoditas dan produk, seperti minyak sawit, kedelai, daging sapi, dan lainnya. FACT Dialogue harus menemukan solusi holistik antara konsumen dan produsen negara-negara dalam sistem pertanian dan perdagangan komoditas secara keseluruhan. Termasuk meningkatkan upaya keberlanjutan yang ada dan membuka jalan menuju inovasi," kata Airlangga.

Secara khusus, Airlangga menggarisbawahi kedua negara perlu bekerja untuk mencapai konsensus global di COP26 dalam Glasgow November mendatang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved