Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Donald Trump : Amerika Serikat Direndahkan dan Dipermalukan di Panggung Dunia

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, AS telah dipermalukan dan direndahkan di panggung dunia. Ini gejalanya

Editor: Budi Rahmat
AFP
Donald Trump 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sepertinya Donald Trump belum puas juga terkiat dengan kekalahannya di pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Ia terus melakukan intimidasi kepada lawan saingnya yakni Joe Biden. bahkan dalam beberapa kesempatan Trump terus saja mengkritisi kebijakan Biden.

Terbaru, Trump mengatakan Amerika Serikat telah Dipermalukan oleh negara luar

Trump juga fokus pada dugaan asal usul virus corona. Sejak awal Trump telah menargetkan China sebagai negara yang paling bertanggungjawab.

"Senang bisa kembali," kata mantan presiden AS Donald Trump saat naik panggung dalam acara Partai Republik di North Carolina, yang menandai kali pertama ia kembali berpidato di depan umum.

Dalam pidatonya pada Sabtu (5/6/2021), Trump mengecam kepresidenan Joe Biden, menuntut reparasi Covid-19 dari China, dan menyindir Dr Anthony Fauci.

Presiden ke-45 AS itu mengatakan kepada hadirin bahwa saat ini "Amerika direndahkan dan dipermalukan" di panggung dunia.

Dia mengatakan "kejahatan merajalela", "ekonomi jeblok", dan "narkoba masuk bebas" di perbatasan yang "dibuka lebar", seperti yang dilansir dari Mirror pada Minggu (6/6/2021).

Tak lama sebelum naik ke atas panggung, pria 74 tahun ini mengatakan Republik akan rebut kembali Kongres dan Gedung Putih "lebih cepat dari yang Anda pikirkan".

Namun, ia tidak mengatakan soal dia akan mencalonkan diri lagi pada pemilu 2024.

Trump telah menyebar kabar kepada relasinya bahwa dia akan diangkat kembali sebagai presiden dalam waktu dekat.

Berpidato selama lebih dari 1 jam dalam acara Konvesi Partai Republik North Carolina, ia juga menyindir kasus Dr Anthony Fauci, dokter terkemuka AS yang menjadi rival Trump dalam pandangan pandemi Covid-19.

Pria 6 anak itu mengatakan bahwa Dr Fauci "bukanlah dokter yang hebat". Lalu berseru, "China harus membayar" karena diduga membocorkan Covid-19 dari laboratorium Wuhan. Itu klaim yang belum terbukti.

Mengenakan dasi merah dan jas hitam, pentolan dari Partai Republik itu berkata, "Saat kita berkumpul malam ini, negara kita sedang dihancurkan di depan mata kita sendiri."

"Kejahatan merajalela, departemen kepolisian dicabik-cabik dan dibekukan, dapat Anda percaya bahwa, apakah itu politik yang baik, melemahkan polisi kita?" lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved