Breaking News:

Video Berita

Video: Hakim Tipikor Vonis Kabid Sarpras Disdikpora Kuansing 1 Tahun 6 Bulan

Selain itu, Sartian juga didenda sebesar Rp 50 juta atau dengan ketentuan diganti 1 bulan penjara.

Dalam kasus ini, ada tiga terdakwa yakni Sartian ST, MSi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merupakan ASN di Disdikpora Kuansing.

Kemudian Endi Erlian sebagai direktur CV Aqsa Jaya Mandiri - penyedia jasa pada pekerjaan Pengadaan Modul Eksperimen Pembelajaran IPA Sain SD Berbasis Digital Interaktif. Aries Susanto S.Hut - yang mengerjakan pekerjaan Pengadaan Modul Eksperimen Pembelajaran IPA Sain SD Berbasis Digital Interaktif.

Kasus korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Disdikpora Kuansing ini untuk anggaran tahun 2019. Besar pagu anggaran yakni Rp 4,5 Miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kuansing sendiri mengatakan kerugian negara sebesar Rp Rp.1.355.570.000.

Namun majelis hakim memiliki perhitungan sendiri soal kerugian negara. Hasil perhitungan majelis hakim, kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 1,2 Miliar.

Namun setelah dikurangi biaya distributor, pelatihan dan sewa gudang, kerugian negara sebesar Rp 860 juta.

Dalam dakwaan JPU, Sartian sendiri dituntut dua tahun penjara. Sartian memang hanya dijerat dakwaan subsidair.

Pola korupsi dalam kasus ini yakni penggelembungan/mark up harga barang. Akibatnya, timbulnya kerugian keuangan negara.

Penggelembungan/mark up harga barang dilakukan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). JPU juga dalam dakwaannya membeberkan harga barang yang ditetapkan PT. Grand Sains - pihak distributor.

Harga dari distributor yakni yakni PT Grand Sains - total alat 1 paket Rp 204.546.000 ditambah PPN 10 % sebesar Rp 20.454.600 sehingga harga satu paket sebesar Rp 225.000.000.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved