Breaking News:

Sidang Perdana Dugaan Korupsi Operasional Kelistrikan BUMD PD Tuah Sekata Pelalawan, Ini Terdakwanya

Sidang perdana dugaan korupsi penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan pada PD Tuah Sekata Pelalawan Tahun 2012

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nolpitos Hendri
Internet
Sidang Perdana Dugaan Korupsi Operasional Kelistrikan BUMD PD Tuah Sekata Pelalawan, Ini Terdakwanya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sidang perdana dugaan korupsi penyimpangan dalam kegiatan belanja barang operasional kelistrikan pada PD Tuah Sekata Pelalawan Tahun 2012 hingga 2016 digelar Jumat (11/6/2021).

Sidang dugaan korupsi itu digelar secara virtual di Pengadilan Tipikor Pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dipimpin majelis hakim yang diketuai hakim Dedi Kuswara.

Duduk sebagai pesakitan atau terdakwa kasus dugaan korupsi itu Afrizal, selaku mantan Kepala Divisi Listrik pada Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) Kabupaten Pelalawan itu.

Afrizal mengikuti sidang dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.

Adapun agenda sidang perdana ini, yakni mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tim JPU berada di ruang sidang.

Afirzal didakwa melakukan rasuah yang mengakibatkan timbul kerugian keuangan negara sebesar Rp3 miliar lebih.

Terdakwa Afrizal pun didakwa dengan pasal berlapis tentang pemberantasan tindak pidana korupsi secara berkelanjutan.

Yaitu dakwaan primair, terdakwa oleh JPU, didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Dalam dakwaan subsider, terdakwa didakwa melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 64 ayat (1) KUHP," kata JPU.

Atas dakwaan JPU itu, terdakwa menyatakan keberatan. Afrizal akan mengajukan eksepsi yang akan disampaikan pada persidangan yang dijadwalkan digelar pada Jumat (18/6/2021) mendatang.

Dari informasi yang didapat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Pekanbaru, diketahui jika perbuatan terdakwa terjadi pada tahun 2012 hingga 2016.

Saat itu, terdakwa menjabat sebagai Kepala Divisi Listrik pada PD Tuah Sekata . 

Berawal pada 2012 lalu, terdakwa mendapatkan arahan secara lisan dari Sanusi Ariyanto selaku Manager Keuangan PD Tuah Sekata untuk membantu Daman selaku Bagian Pembelian dalam melaksanakan kegiatan pembelian material kelistrikan pada perusahaan pelat merah itu.

Dana yang diperuntukkan dalam melaksanakan kegiatan itu disimpan dalam rekening Giro Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci atas nama PD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved