Breaking News:

Ada-ada Saja Istilah Pangeran Pungli Tanjung Priok, Ada Asmoro, dan Gengnya Ada yang Nama Bad Boy

Sudah sangat meresahkan aksi tukang palak di Tanjung Priok, mereka menggunakan istilah asmoro dan punya kelompok atau geng-geng tukang pungli

Editor: Hendri Gusmulyadi
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
ilustrasi aktivitas Pungli oleh para pemalak di jalanan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Memang sudah seperti geng kejahatan luar negeri yang brutal para tukang palak ini.

Para pelaku pungki atau tukang palak itu, mereka tak layak dapat ampunan dan harus dipenjara sesuai aturan yang berlaku.

Polisi membeberkan bagaimana praktik pungutan liar terjadi di luar pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Termasuk adanya "asmoro" yang digunakan para pelaku.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, istilah asmoro dipakai untuk menarik pungli dari sopir truk kontainer maupun perusahaan jasa ekspedisi.

"Jika perusahaan pengangkut truk kontainer tersebut tidak memberikan uang, maka akan terjadi gangguan gangguan di lapangan dalam bentuk 'Asmoro', dalam bentuk meleng diembat, pokoknya diganggu, dalam bentuk bajing loncat," ujar Fadil kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Fadil mengatakan aktivitas para pelaku ini kerap mengganggu distribusi importasi barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Seolah-olah mengamankan, tapi sejatinya melakukan pemerasan kepada perusahaan angkutan kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok," lanjutnya.

Adapun jika para sopir truk telah membayar kepada para pelaku ini, Fadil menyebut mobil mereka akan ditempeli stiker-stiker dan tak akan diganggu.

"Kalau satu perusahaan memiliki 10 truk kontainer berarti dia harus menyetorkan uang Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta rupiah," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved