Jumat, 17 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Wanita di Zaman Perang, Nikahi Seratus Pria

Kisah wanita yang hidup di jaman perang menikah seratus kali dan mampu menghabisi penjajah di medan perang.

Editor: Ilham Yafiz
IST/tribun pontianak
Sosok Putroe Neng 

Kerajaan Seudu

Putroe Neng, begitu kisahnya, datang ke Aceh bersama ribuan prajurit perempuan China dan mendirikan kerajaan Seudu.

Meurah Johan, suami pertama Putroe, adalah seorang pangeran yang telah mengalahkan pasukan yang dipimpin oleh istrinya tersebut di medan tempur.

Meurah Johan juga seorang pendiri kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam.

Sayangnya pada saat malam pertama, Meurah Johan meninggal di tempat tidur dengan tubuh membiru.

Kematian Meurah bukanlah kesengajaan dan Putroe Neng tidak tahu menahu masalah ini.

Kemudian pada malam pertama untuk kedua kali, sang suami dari Putroe Neng kembali meninggal.

Kejadian ini kembali terulang hingga 98 lelaki yang menikahi Putroe Neng berikutnya.

Namun kematian tersebut tidak menyurutkan keinginan para lelaki untuk menikah dengan wanita hebat itu.

Padahal disebutkan tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki.

Bahkan dirinya akan memberi syarat berat seperti mahar tinggi atau pembagian wilayah kekuasaan.

Setelah diketahui sebabnya, ternyata ada 'senjata tersembunyi' berupa racun yang terletak pada organ intim Putroe Neng.

Racun ini tidak ditanamkan oleh Putroe sendiri, tapi justru oleh neneknya.

Maksud dari sang nenek adalah untuk mengantisipasi terjadinya pemerkosaan terhadap cucunya saat masa-masa perang.

Hingga pada akhirnya Putroe Neng kembali menikah untuk yang ke-100 kalinya dengan Syeikh Syiah Hudam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved