Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Sudah Pasrah, Ucapkan Selamat Tinggal, Kakek Ini Justru Sembuh dari Covid-19 Usai 10 Bulan Dirawat

Siapa yang menyangka, sudah pasrah dan mengucapkan selamat tinggal, nyatanya kakek ini sembuh dari covid-19 setelah 10 bulan dirawat di rumah sakit

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Engin Akyurt dari Pixabay
Siapa yang bisa menyangka, kakek ini dinyatakan sembuh dari covid-19 setelah 10 bulan dirawat. Padahal sudah ucapkan selamat tinggal 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sudah pasrah dengan Covid-19 yang diidapnya, pria ini akhirnya berhasil sembuh setelah 10 bulan masa perawatan.

Padahal sang istri juga sudah pasrah dengan kondisi suaminya yang sangat lama dalam perawatan.

Ia sudah menyerah dan menyampaikan kalimat selamat tinggal kepada rekan-rekannya

Namun takdirnya berkata lain. Ia malah sembuh dari Covid-19 yang diderita.

Padahal usianya sudah 72 tahun. Jika dinilai dari ketahanan tubuhnya tentu saja Covid-19 bisa menghantarnya pada kematian.

Namun ia kini sudah bisa menjalankan aktifitas seperti biasa

Baca juga: Innalillahi! 1.870 Warga Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Kasus Positif Covid-19 Plus 295 Kasus

Baca juga: Relawan Peduli Covid-19 Turut Sukseskan Donor Darah Di Tengah Pandemi Bersama Polda Riau

Seorang kakek di Inggris berusia 72 tahun positif Covid-19 selama 10 bulan beruntun, dan menjadi kasus infeksi berkelanjutan terlama yang tercatat di dunia, kata para peneliti pada Kamis (24/6/2021).

Lansia bernama Dave Smith itu adalah pensiunan instruktur mengemudi dari Bristol di Inggris barat.

Ia berkata, sudah mendapat hasil tes positif 43 kali, dirawat di rumah sakit tujuh kali, dan telah merencanakan pemakamannya.

"Saya pasrah, saya sudah panggil keluarga, berdamai dengan semua orang, mengucapkan selamat tinggal," katanya kepada televisi BBC, dikutip Kompas.com dari AFP.

Istrinya, Linda, yang dikarantina bersamanya di rumah berujar, "Seringkali kami berpikir dia tidak akan selamat. Ini tahun yang luar biasa".

Ed Moran, konsultan penyakit menular di University of Bristol dan North Bristol NHS Trust menerangkan, Smith memiliki virus aktif di tubuhnya.

"Kami dapat membuktikan dengan mengirimkan sampel virusnya ke mitra universitas yang berhasil menumbuhkannya, membuktikan bahwa bukan hanya produk sisa yang memicu tes PCR tetapi sebenarnya virus aktif," ungkapnya.

Smith pulih setelah pengobatan dengan koktail antibodi sintetis yang dikembangkan oleh perusahaan biotek Amerika Serikat, Regeneron.

Pengobatan itu diizinkan untuk situasi darurat, tetapi belum disetujui secara klinis di Inggris.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved