Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Menjaga Api Konversi Tetap Menyala

Bagi Andi, amanat pemegang saham mengkonversi BRK tidak begitu berat. Ia telah berpengalaman di perbankan syariah.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing
Dirut Bank Riau Kepri (BRK), Andi Buchari 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah papan berukuran sekitar 50 centimeter persegi dipajang pada pintu Gedung Kantor Cabang Utama BRK. Bangunan ini  berdempet dengan Menara Dang Merdu, Kantor Pusat BRK.

Pada papan itu ditempel beberapa lembar kertas yang berisi pengumuman. Dua lembar kertas paling bawah bertuliskan "Spirit Konversi". Ditulis oleh Direktur Utama BRK, Andi Buchari.

Semula penulis mengira tulisan itu berisi tentang konversi BRK dari konvensional ke syariah yang sedang berproses. Ternyata tidak. Isinya sama sekali tidak menyinggung ihwal konversi bank.

Andi Buchari membuat tulisan tersebut berkaitan tentang konversi di bulan Ramadhan. "Ramadhan adalah gerbang hijrah," tulisnya di kalimat pertama alinea kelima.

Di alinea berikutnya, Andi terkesan memberi motivasi tentang pentingnya berkonversi. Api konversi mesti selalu menyala. Ia mengajak pembaca mengawali konversi dengan merubah cara pandang terhadap kehidupan. Terutama dalam kehidupan ekonomi.

Andi mengulas tentang keserakahan merupakan pemicu manusia itu selalu merasa tidak puas. Sehingga lahirlah sifat mementingkan diri sendiri dan menghalalkan segala cara dalam mencari kekayaan, seperti yang dikatakan seorang filsuf ekonomi Adam Smith.

Andi mengakui tulisannya berkaitan dengan konversi BRK yang sedang bergulir. Tulisan itu dibuat di sela-sela kesibukannya pada bulan Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Menyinggung (konversi BRK) lah," kata Andi. Merujuk arti bahasa Indonesia, konversi adalah perubahan.

Maka dalam konteks Ramadhan, konversi berarti berubah menjadi orang yang lebih baik. Di samping itu, Andi mengaku bermaksud melekatkan semangat konversi dengan mengakrabkan istilah tersebut. Baik kepada karyawan BRK maupun seluruh pihak di luar BRK, seperti pemangku kebijakan di Riau dan lain-lain.

"Sebenarnya memframing agar spiritnya sama, di dalam dan di luar (BRK), pemangku kebijakan, seluruh stakeholder," ujar Andi. Sehingga saat membaca tulisan itu, pembaca teringat konversi BRK.

Bagi Andi, amanat pemegang saham mengkonversi BRK tidak begitu berat. Ia telah berpengalaman di perbankan syariah. Beberapa jabatan direksi Bank Muamalat pernah dia pegang.

Andi sendiri tidak mengikuti proses pengambilan keputusan para pemegang saham mengkonversi BRK, April 2019. Ia menjadi Dirut BRK sejak 15 September 2020. Tetapi sebelumnya, ia sudah mengetahui konversi yang sedang bergulir di tubuh BRK.

"Saya mendengar pemegang saham sudah memutuskan konversi. Ini salah satunya membuat saya tertarik bergabung dengan BRK," ujar pria kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1966 ini mengisahkan.

Menurut dia, konversi ini penting bukan saja bagi BRK. Lebih luas lagi bagi Riau dan Kepulauan Riau, bahkan nasional. Konversi BRK merupakan perubahan sangat fundamental. BRK akan menerapkan sistem operasi, memiliki produk, konsep, cara berpikir hingga kompetensi SDM yang berbeda setelah konversi.

Sejarah Bank Lancang Kuning

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved