Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Virus Corona

AWAS! Dunia dalam Bahaya, WHO Keluarkan Peringatan, Ini Penyebabnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir peringatan. Saat ini dunia tengah dalam periode yang sangat berbahaya.

Penulis: Rinal Maradjo | Editor: Rinal Maradjo
AFP/Alexandros Michailidis
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melansir peringatan. Saat ini dunia tengah dalam periode yang sangat berbahaya.

Kondisi dikarenakan pandemi virus corona dengan varian Delta telah menjangkiti 98 negara. Celakanya, persebaran virus corona jenis ini merebak dengan cepat.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (2/7/2021) dikutip Tribunpekanbaru.com dari Strait Times mengatakan,

varian yang pertama kali ditemukan di India itu sangat berbahaya karena terus berevolusi dan bermutasi.

Oleh karena itu, WHO menyarankan agar dilakukan evaluasi yang konstan dan penyesuaian yang cermat terhadap respon kesehatan masyarakat.

"Virus Corona Delta telah terdeteksi di setidaknya 98 negara dan menyebar dengan cepat di negara-negara dengan cakupan vaksinasi rendah", katanya.

"Di negara-negara dengan cakupan vaksinasi Covid-19 yang rendah, pemandangan mengerikan dari rumah sakit yang meluap kembali menjadi hal biasa. Dan hingga saat ini, belum ada satu pun negara yang berhasil mengatasi ini," tambahnya.

Baca juga: Obat Ivermectin yang Diklaim Sebagai Obat Corona Ternyata Sudah Dibagi-bagikan Oleh Pejabat

Baca juga: AWAS! Varian Virus Corona Kappa Ditemukan di Jakarta, Begini Gejalanya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan,

Hampir 25 persen infeksi baru di Amerika telah dikaitkan dengan Virus Corona Delta, naik dari 6 persen dibanding dengan awal bulan lalu.

Sementara itu, Public Health England melaporkan, 99 persen korban Covid-19 di daratan Inggris dikarenakan oleh infeksi dari Virus Corona Delta.

Sementara Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengeluarkan peringatan,

Virus Corona Delta diperkirakan akan menjadi penyebab 90 persen kasus di benua itu pada bulan depan atau seiring dengan tuntasnya Piala Eroap 2020.

Kasus Virus Corona Delta juga melonjak di Asia Pasifik.

Di Malaysia, lonjakan infeksi akibat Virus Corona Delta telah mendorong negara ini untuk memberlakukan kembali penguncian dan mempercepat kampanye vaksinasi mereka.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus sendiri pada hari Jumat mendesak seluruh negara di dunia untuk memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi mereka.

Vaksinasi dilakukan terutama sekali pada pekerja garis depan dan kelompok rentan.

"Ini akan mengakhiri tahap akut pandemi dan menyelamatkan banyak nyawa," sebutnya.

Dia juga mendesak produsen vaksin, seperti Pfizer-BioTech dan Moderna, untuk berbagi pengetahuan dan teknologi mereka sebagai cara untuk mempercepat pusat produksi vaksin mRNA (messenger ribonucleic acid) baru.

"Semakin cepat kita mulai membangun lebih banyak pusat vaksin dan meningkatkan kapasitas vaksin global, semakin cepat kita dapat mengurangi lonjakan mematikan," tambahnya.

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengatakan ada dua cara untuk melawan lonjakan infeksi saat ini.

Pertama, memastikan bahwa langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial, seperti deteksi kasus dini, pengawasan, pengujian, isolasi dan perawatan klinis, dilakukan.

"Ini termasuk masker, jarak fisik, menghindari tempat-tempat ramai dan menjaga area dalam ruangan berventilasi baik," katanya.

Kedua, dunia harus terbuka untuk berbagi alat pelindung, oksigen, tes, perawatan, dan vaksin.

"Saya telah mendesak para pemimpin di seluruh dunia untuk memastikan bahwa pada tahun depan, 70 persen dari semua orang di setiap negara divaksinasi," kata Dr Tedros.

Dia menambahkan bahwa ini adalah cara terbaik untuk memperlambat pandemi, menyelamatkan hidup, mendorong pemulihan ekonomi yang benar-benar global dan mencegah varian berbahaya lebih lanjut.

( Rinal Sagita / Tribunpekanbaru.com )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved