Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gara-gara Senggolan di Jalan, Pria di Lampung Tewas Dihajar Sekelompok Anak Jalanan dan Pengamen

Rio mengungkapkan penganiayaan tersebut bermula saat motor Albert terlibat senggolan dengan mobil rekan korban, Rabu malam.

Tayang:
Editor: Sesri
Tribunlampung / Joviter
Empat tersangka dan barang bukti kasus penganiayaan berujung kematian terhadap Bobby Adam (31) dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Berawal dari senggolan antara motor dan mobil, seorang pria di Lampung Bobby Adam (31) meregang nyawa.

Bobby Adam, warga Way Halim, Bandar Lampung, ditemukan tak bernyawa di SPBU Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (30/6/2021).

Polisi kemudian meringkus pelaku yang ternyata adalah anak jalanan dan pengamen.

Empat tersangka penganiayaan berujung kematianitu dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (2/7/2021).

Keempatnya, yakni Rio (19), Hr (17), Albert (27), dan Fr (17), ditangkap polisi pada Kamis (1/7/2021) lalu.

Sementara dua tersangka lainnya berinisial YN dan RE masih dalam pencarian.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana menyatakan, saat ini pihaknya masih memburu dua orang yang berperan menusuk tubuh korban dengan sajam.

"Berdasarkan hasil visum, korban meninggal akibat luka berat di kepala dan tiga luka tusuk di rusuk bagian kiri," kata Resky.

Baca juga: Emosi Wibowo tak Terkendali, Banting Ponsel dan Aniaya Mantan Istri, Ternyata Ini Pemicunya

Baca juga: VIRAL VIDEO Satpam Aniaya Pengemis Disabilitas di Simpang Limun, Kini Pelaku Diringkus

Dalam keterangannya, Rio mengungkapkan penganiayaan tersebut bermula saat motor Albert terlibat senggolan dengan mobil rekan korban, Rabu malam.

Merasa tidak terima mobilnya disenggol, kata Rio, menyebut rekan Bobby memukulnya.

Padahal Rio mengaku tidak tahu-menahu soal masalah itu.

"Tiba-tiba waktu saya lagi ngamen, kepala saya dipukul mereka (rekan korban)," kata Rio.

Tak pelak, tindakan tersebut memicu amarah para tersangka yang sebagian besar merupakan pengamen dan anak jalanan.

Menurut Rio, saat keributan terjadi, korban tak sendiri.

Namun ia mengaku mendapatkan kesempatan menganiaya korban yang terjatuh saat dikejar kelompoknya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved