Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Butuh Obat Murah dan Massal, Puan Maharani Dukung Uji Klinis Ivermectin

Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, upaya mempercepat dan menambah jumlah vaksinasi Covid-19 juga terus dilakukan pemerintah.

Tayang:
Editor: Ilham Yafiz
freepik
Ilustrasi ivermectin, disebut-sebut sebagai calon obat untuk Covid-19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, upaya mempercepat dan menambah jumlah vaksinasi Covid-19 juga terus dilakukan pemerintah.

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung pelaksanaan uji klinis obat Ivermectin, sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih menjalankan uji klinis Ivermectin untuk terapi pasien Covid-19.

"Kita dukung proses ini karena bagian dari ikhtiar penanganan pandemi."

"Namun, kita harus tetap patuh dan tunduk pada prosedur ilmiah melalui proses uji klinis,” ujar Puan, dikutip dari laman dpr.go.id, Sabtu (10/7/2021).

Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Taufik Ismail/Tribunnews.com)

Berdasarkan laporan tanggal 28 Juni 2021 lalu, BPOM menyatakan masyarakat yang butuh Ivermectin dan tidak dapat ikut uji klinis, maka sang dokter bisa memberikan Ivermectin dengan memperhatikan penggunanaan sesuai protokol uji klinis yang disetujui.

"Saya mendapat laporan bahwa BPOM mengizinkan dokter memberikan obat itu kepada masyarakat yang membutuhkan, asal penggunaannya sesuai protokol uji klinik yang disetujui."

"Ini kabar yang menggembirakan,” kata Puan.

Uji klinis Ivermectin tersebut sedang berlangsung di 8 rumah sakit di Jakarta, termasuk RS darurat Wisma Atlet.

Politisi Partai PDIP ini meminta masyarakat untuk tetap mengikuti prosedur penggunaan Ivermectin sembari menunggu hasil uji klinisnya.

Puan berpesan agar tak ada oknum yang memanfaatkan ivermectin ini untuk kepentingan bisnis.

“Kita memang sedang membutuhkan obat terapi Covid-19 yang murah dan bisa diproduksi massal."

"Tapi penggunaannya juga harus dipastikan aman.” pungkasnya.

Diburu Banyak Orang, Indofarma Tingkatkan Produksi Ivermectin 16 Juta Butir per Bulan

Direktur Utama PT Indofarma Arief Pramuhanto menyebut pihaknya bakal meningkatkan produksi Ivermectin menjadi 8 juta butir atau sekitar 400 ribu botol Ivermectin pada Juli ini.

Kemudian produksi akan dinaikkan 2 kali lipat menjadi 16 juta butir mulai Agustus.

Peningkatan produksi Ivermectin itu sebagai respons tingginya kebutuhan masyarakat pada obat ini.

"Bulan depan (Agustus) kami akan menambah beberapa fasilitas, di mana diharapkan nanti produksinya bisa dua kali lipat," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, secara virtual, diberitakan Tribunnews.com, Rabu (7/7/2021).

Dijelaskan Arief, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) pada 5 Juli 2021 lalu untuk Ivermectin.

Sementara saat ini, uji klinis Ivermectin, dilakukan sejumlah Rumah Sakit dibawah komando Balitbangkes.

"Sudah ada press rilis dari BPOM di mana dalam rilis itu ada poin 9 yang menyatakan apabila masyarakat membutuhkan Ivermectin maka dapat berkonsultasi dengan dokter sehingga nantinya dokter dapat memberikannya sesuai dengan protokol dari Balitbangkes," pungkasnya.

Baca berita penanganan Covid lainnya

(Tribunnews.com/Shella Latifa/Chaerul Umam)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dukung Uji Klinis Ivermectin, Puan Maharani: Kita Butuh Obat Murah dan Massal untuk Pasien Covid-19, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/11/dukung-uji-klinis-ivermectin-puan-maharani-kita-butuh-obat-murah-dan-massal-untuk-pasien-covid-19?page=all.
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Tiara Shelavie

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved