Breaking News:

Azmi Beruntung Selamat, 5 Tahun Lalu Korban Serangan Harimau di Pelalawan Tewas Lawan si Raja Hutan

5 tahun lalu, juga terjadi penyerangan harimau hingga korban meninggal dunia. Azmi, korban penyerangan Sabtu pekan lalu beruntung berhasil selamat

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Azmi, warga Pelalawan yang jadi korban serangan harimau masih dirawat di Puskesmas. Azmi beruntung bisa selamat, 5 tahun lalu korban serangan harimau tewas saat melawan si raja hutan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KUALA KAMPAR - Serangan harimau di Pelalawan di perbatasan Desa Serapung dan Desa Teluk Lanus bukan pertama kali terjadi. 5 tahun lalu, juga terjadi penyerangan harimau hingga korban meninggal dunia.

Hanya saja korban bukan warga Desa Serapung, Pelalawan.

Lokasi penyerangan juga merupakan habitat sang raja hutan.

Lima tahun lalu, juga terjadi penyerangan harimau hingga korban meninggal dunia. Hanya saja korban bukan warga Desa Serapung, Pelalawan.

Pada Sabtu (10/7/2021) lalu, warga Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan Riau bernama Azmi diserang Harimau Sumatera.

Kini, Senin (12/07/2021), Azmi masih menjalani perawatan di Puskesmas Kuala Kampar di Pulau Penyalai.

Pria berusia 30 tahun itu mengalami luka serius pada kedua kakinya akibat diterkam harimau di dalam hutan saat mencari kayu.

Pria tersebut bertemu dengan Si Belang dan nyaris menjadi santapannya hingga akhirnya berhasil selamat dengan luka parah pada kaki kiri dan kanan.

Kepala Desa Serapung, Zauyar menyatakan, areal hutan yang menjadi lokasi penyerangan warganya berada di perbatasan Desa Serapung Kecamatan Kuala Kampar dengan Desa Teluk Lanus Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak.

Menurut Zauyar, konflik antara binatang buas itu dengan manusia merupakan yang pertama dalam lima tahun terakhir ini.

"Sekitar lima tahun lalu ada juga yang diserang harimau di kawan hutan itu. Korban meninggal dunia. Tapi bukan warga kita. Orang luar," kata Zauyar, Senin (12/7/2021).

Kepada Tribunpekanbaru.com , ia menjelaskan, kawasan itu memang hutan yang masih asli dan lebat.

Banyak warga yang pergi mencari kayu ke lokasi itu, meskipun jaraknya tidak dekat.

Memang diakui wilayah tersebut masih terdapat Harimau Sumatera serta binatang buas lainnnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved