Breaking News:

Inhil

Ya Ampun, Mau Pergi Kerja Atau Jual Narkoba? Buruh di Inhil Tertangkap Basah Simpan 20 Paket Ganja

MI (21) buruh PT RSUP Jalan BTN Parit 1 Desa Pulau Burung ketahuan menyimpan 20 paket ganja kering di rumahnya. Pelaku ditangkap saat masuk kerja.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: CandraDani
Isimewa
Foto : MI beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Pulau Burung, Indragiri Hilir 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PULAU BURUNG – Buruh yang satu ini tak patut ditiru. Bukannya bersyukur telah memiliki pekerjaan, dia malah melakukan hal lain yang melawan hukum.

Bayangkan, di saat orang lain mendambakan perkerjaan, oknum buruh di Indragiri Hilir ini nekat memakai narkoba jenis ganja.

Jelas konsekuensinya dengan menyimpan narkoba maka dia harus menjalani hukuman penjara dan bisa jadi dipecat dari perusahaannya.

Diduga kuat dengan temuan 20 paket ganja kering di rumahnya, buruh ini bisa jadi seorang pengedar minimal pemakai.

Kedatangan MI (21) di pintu masuk PT RSUP Jalan BTN Parit 1 Desa Pulau Burung terpaksa dihentikan oleh personil Polsek Pulau Burung, Kamis (15/7/21).

Buruh harian PT RSUP yang tinggal di Parit 1 Kontrakan Nangti Pintu 15 Desa Pulau Burung ini kedapatan membawa narkoba jenis ganja kering.

Kapolsek Pulau Burung AKP Sabaruddin melalui Paur Humas Ipda Esra SH menuturkan, pengungkapan bermula ketika anggota Polsek Pulau Burung mendapat informasi dari sekuriti PT.

“Bahwa ada seorang karyawan inisial MI yang hendak masuk kerja diduga membawa narkotika jenis ganja,” ungkap Ipda Esra melalui keterangan tertulisnya, Jum’at (16/7/21).

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Pulau Burung lalu mengintruksikan anggota menuju TKP untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti 1 paket kecil ganja kering dibungkus dengan plastik bening.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah pelaku, ditemukan 20 paket kecil ganja kering yang dibungkus dengan kertas nasi di dalam kamar.

“Total berat kotor ganja yang berhasil di amankan 89,72 gram. Pelaku diamankan di Mapolsek untuk dilakukan penyidikan. Pelaku dikenakan  pasal 114 Jo 111 UU RI No .35 / 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman  pidana maksimal dua puluh tahun penjara,” pungkas Ipda Esra. (Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved