Kampar
Kampar Belum Bisa Cukupi Total Kebutuhan Hewan Kurban, Ini Sebabnya
Kampar diprediksi belum bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ketersediaan hewan ternak di Kampar belum bisa mencukupi total kebutuhan kurban tahun ini.
Sejumlah besar hewan kurban masih harus didatangkan dari luar Kampar.
Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan (Disbunak Keswan) Kampar, Syahrizal melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Deyus Herman mengungkapkan, Kampar diprediksi belum bisa memenuhi lebih dari setengah kebutuhan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Asumsi ini berdasarkan data tahun sebelumnya.
"Tahun lalu Kampar menyembelih hewan kurban sekitar 5.000 ekor. Dari Kampar sendiri hanya 40 persen. Kemungkinan tahun ini tidak jauh," ungkapnya, Minggu (18/7/2021).
Deyus mengatakan, Tim Disbunak Keswan masih mendata jumlah hewan kurban yang akan disembelih mulai Minggu (18/7/2021) dan Senin (19/7/2021).
Tim bekerja sekaligus mengecek kondisi kesehatan hewan kurban sebelum disembelih (antemortem). Sedangkan pengecekan daging kurban (posmortem) dilakukan pada hari penyembelihan.
Baca juga: Awas Jangan Tertipu Situs Palsu,Pemkab Kampar Tak Buka Seleksi CPNS 2021,DPRD Belum Tahu, Tapi . . .
Baca juga: Terkuak Identitas Pria Mengamuk Acungkan Parang di Senama Nenek Kampar, Ada Hubungan Sama Ketua KNES
Menurut Deyus, kurangnya pasokan hewan ternak untuk kurban bukan karena di Kampar minim populasi. Ia mengklaim, jumlah populasi hewan ternak di Kampar sudah memadai.
Ia mencontohkan, Kerbau adalah hewan ternak dengan populasi terbanyak di Kampar yang mencapai 20.000 ekor. Hewan kurban terbanyak di Kampar adalah Kerbau.
Disusul Kambing dan Sapi. Tetapi, ia mengakui, populasi betina lebih tinggi. Masyarakat peternak membudidayakan hewan betina untuk menunjang peningkatan produksi.
Sementara hewan yang disembelih untuk kurban harus jantan dan berusia di atas dua tahun. Sehingga hasil sortir berdasarkan kriteria hewan kurban kurang dari kebutuhan.
"Daerah lain di Riau juga sama," kata Deyus.
Di samping itu, budidaya hewan ternak di Kampar umumnya masih secara tradisional.
Hewan ternak dilepas bebas, sehingga produksi belum terkontrol. Tetapi budidaya modern sudah mulai diaplikasikan.
Deyus mengemukakan, hewan kurban di Kampar banyak didatangkan dari luar Riau. Seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Lampung dan lainnya.
(tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bupati-kampar-catur-sugeng-melakukan-pemotongan-pita-meresmikan-pasar-terna.jpg)