Jumat, 8 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bikin Bangga, Mahasiswa Indonesia Ini Ikut Serta dalam Pembuatan Vaksin AstraZeneca, Ini Profilnya!

Mahasiswa asal Indonesia, Indra Rudiansyah menjadi salah satu sosok di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini digunakan di tanah air

Tayang:
Kompas.com
Sosok Pemuda Indonesia, Mahasiswa Oxford yang menjadi bagian tim uji klinis terciptanya vaksin Covid-19 AstraZeneca, Indra Rudiansyah 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Salah satu yang saat ini diandalkan dunia dalam menghadapi covid-19 dan untuk bisa terbebas dari covid-19 adalah dengan vaksin.

Bicara soal vaksin, tentu ada ilmuan yang menciptakannya dengan proses yang panjang dan uji klinis.

Bicara soal sosok-sosok pembuat vaksin, tentu ada juga orang yang penasaran siapa mereka.

Nah, salah satu sosok yang ikut serta dalam pembuatan vaksin ada nama Indra Rudiansyah.

Ia adalah mahasiswa asal Indonesia, yang menjadi salah satu sosok di balik terciptanya vaksin AstraZeneca yang kini digunakan di tanah air untuk melawan Covid-19.

Sebelumnya viral momen pemimpin tim pengembangan vaksin Oxford/AstraZeneca, Dame Sarah Gilbert mendapat standing ovation dari penonton kejuaraan tenis Wimbledon 2021.

Sebab berkat terciptanya vaksin ini, pertandingan tenis akbar itu dapat digelar.

Ternyata putra bangsa, Indra Rudiansyah menjadi salah satu bagian dari tim penelitian Covid-19 yang dipimpin Sarah Gilbert.

Lalu siapakah sosok Indra Rudiansyah ini?

Dilansir Kompas.com, Indra (29) merupakan mahasiswa Universitas Oxford yang tergabung dalam tim Jenner Institute yang dipimpin ilmuwan Inggris, Profesor Sarah Gilbert. 

Tim Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group bekerja sama menguji coba vaksin virus corona di Pusat Vaksin Oxford sejak 20 Januari 2020.

Kepada Antara London, Indra mengaku bahwa sebenarnya vaksin corona bukan penelitian utamanya untuk thesis, melainkan vaksin malaria.

Namun dia mengaku bangga bisa bergabung dalam tim uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Indra bergabung dengan tim karena saat itu lab kekurangan banyak sumber daya manusia.

Sehingga pemimpin penelitian membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin membantu uji klinis.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved