Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ada Warga Positif Covid-19 yang Diberitakan Alami Penganiayaan oleh Warga Lain, Benarkah?

Marak diberitakan ada warga yang positif covid-19 alami penganiayaan oleh warga lain. Kejadiannya disebut di Sumatera Utara. Benarkah?

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Crea Park dari Pixabay
Video Viral 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Hati-hati kabar hoaks. Benarkah ada warga yang dianiaya karena keberadaannya tidak diterima warga lain.

Warga yang dianiaya tersebut adalah pasien Covid-19 yang menjalani Isolasi Mandiri di rumah.

Namun dalam sebuah video yang massif beredar di medsos dikabarkan jika warga tidak menerimanya.

Sebab warga takur terpapar virus corona.

Hal yang kemudian memancing emosi warga hingga korban alami sejumlah penganiayaan.

Baca juga: Wanita Pemilik Kafe yang Mengaku Hamil Korban Penganiayaan Oknum Satpol PP Gowa Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Dituduh Mencuri Brondolan Sawit, Warga Pangkalan Kerinci Pelalawan Ini Jadi Korban Penganiayaan

Hati-hati terjebak berita hoaks. Benarkah informasi tersebut.

Benarkah ada warga yang dianiaya karena keberadaannya tidak diterima oleh warga lain.

Berikut ini Kronologinya

Kisah pilu dialami seorang warga Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Pasalnya, meski sedang berjuang melawan sakit akibat Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya, pria tersebut justru dianiaya warga sekitar secara membabi buta.

Adapun pemicunya karena warga menolak korban melakukan isolasi mandiri di rumah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/7/2021). Aksi penganiayaan tersebut sempat terekam video dan viral di media sosial.

Penjelasan keluarga

Baca juga: Pengemis Penyandang Disabilitas Ini Tehuyung-huyung Dihajar Satpam, Video Penganiayaan Jadi Viral

Baca juga: Pria yang Hendak Perkosa Istri Orang di Pasaman Barat Tewas, Pelaku Penganiayaan Kini Diburu Polisi

Keponakan korban, Jhosua saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi penganiayaan terhadap pamannya itu.

Menurutnya, warga di sekitar awalnya menolak pamannya melakukan isolasi mandiri di rumah karena takut akan menularkan virus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved