Breaking News:

PENGAKUAN Korik Usai Nikahi 2 Wanita Sekaligus: Pusing Cari Uang ke Malaysia

seorang pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Gerung berinisial AR (18) asal Desa Cendi Manik, Lombok Barat, menikahi dua perempuan.

Facebook Doyok Potret
video viral seorang pria menikahi dua pengantin wanita sekaligus di Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 

Sebagai pacar pertama Korik, Yuanita lantas mendatangi Korik dan Khusnul.

Melihat kedatangan Yuanita, Korik Akbar jelas terkejut.

Yuanita datang minta dinikahi juga oleh Korik Akbar.

"Dia tahu kami menikah dari Facebook, karena banyak kawan yang mem-posting ucapan selamat. Karena info dari medsos itulah madu saya itu tiba-tiba datang minta dinikahkan juga. Saya ya bisa apa, namanya sudah takdir, saya terima saja," kata Khusnul.

Proses akad nikah pun digelar pada Senin (26/7/2021).

Husnul Khotimah juga mengaku tidak tahu perasaannya bagaimana saat itu.

"Biasa-biasa saja," katanya.

Sebagai wanita, dia tentu tidak mengharapkan hal itu terjadi.

Tapi dia hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.

”Lamun saq idap rase jak aoq, ape yak kuni,” katanya, pasrah dalam bahasa Sasak. Artinya, “Kalau perasaannya ya (campur aduk), mau bilang apa?"

"Saya tentunya jika memilih tidak mau seperti ini, tetapi sebagai wanita saya bisa apa," ujar Khusnul.

Akad Nikah Sederhana

Akad nikah Korik dengan Khusnul dan Yuanita ini pun viral di media sosial.

"Saya tidak menyangka, terkejut sekali saya, tapi ya setelah keluarga berunding. Saya harus menikahi dua-duanya. Mas kawin mereka juga sama, masing masing 1.750.000," kata dia.

Kini, Korik justru bingung. Betapa tidak, setelah memiliki dua orang istri, Korik justru tak memiliki pekerjaan tetap.

"Masih bingung saya ini, (besok apa yang mau dikerjakan?) belum ada," kata Korik seperti dikutip dari Tribun Lombok.

Tanggapan aktivis perempuan

Sementara itu, pernikahan Korik dan kedua istrinya sangat disayangkan oleh Lilik, aktivis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia.

Namun demikian, dirinya menyebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah belum mengetahui kasus itu.

"Ini belum ada laporan juga mengenai hal ini di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah," kata dia melalui sambungan telepon.

Seperti diketahui, setahun sebelumnya kasus serupa juga pernah terjadi di Oktober tahun 2020.

Saat itu seorang pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Gerung berinisial AR (18) asal Desa Cendi Manik, Lombok Barat, menikahi dua perempuan.

Lalu, pria bernama Saeful Bahri (28) warga Dusun Bakong Dasan, Desa Lembar Lombok Barat, juga mempersunting dua istri sekaligus, yaitu Hariani (23) dan Mustiawati (23), pada bulan Juni 2020.

Kini, Korik adalah kasus ketiga yang menikahi 2 wanita dalam waktu bersamaanya. Bahkan Korik pun bingung karena harus menghidupi dua istrinya sementara dianya saat ini masih pengangguran dan hanya kerja serabutan.

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved