Selasa, 7 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Olimpiade Tokyo 2020

Ternyata Bonus Medali yang Diterima Atlit RI Lebih Besar Dari AS, Tapi 'Kecil' Dari 2 Negara Jiran

Apresiasi pemerintah bagi para atlet Indonesia ini merupakan yang terbesar kedua setelah bonus sebesar 9,75 miliar dari pemerintah Singapura

Editor: CandraDani
Odd ANDERSEN / AFP
Pengibar bendera Indonesia Nurul Akmal memimpin delegasi saat mereka berparade saat upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, di Tokyo, pada 23 Juli 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Uang hadiah yang dibawa pulang pemenang medali emas Indonesia merupakan kedua tertinggi di dunia.

Akan tetapi, pemerintah dan pebisnis top Filipina minggu ini mengerahkan jumlah yang lebih tinggi bagi atlet angkat besi mereka Hidilyn Diaz.

Sebelum ini, Kemenpora memastikan bahwa bonus bagi para peraih medali Olimpiade di Indonesia tetap sama dengan di RIo 2016.

Nominal tersebut dianggap masih relevan karena tertinggi kedua di dunia setelah Singapura dan diakui negara lain cukup besar.

"Bonus masih sama (dengan Olimpiade Rio 2016). Tidak ada perubahan. Emas Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto dikutip dari Tribunnews.com pada awal Juli.

"Kami tidak ingin jor-joran, bukan karena faktor pandemi. Angka Rp5 miliar menurut kami masih relevan diterima atlet saat ini," ucap Gatot menambahkan ketika itu.

Apresiasi pemerintah bagi para atlet Indonesia ini merupakan yang terbesar kedua setelah bonus sebesar 9,75 miliar dari pemerintah Singapura kepada pemenang medali emas mereka.

Jumlah yang diterima peraih medali perunggu Indonesia masih akan melebihi uang hadiah bagi pemenang emas dari Australia atau Kanada.

Namun, ranking Indonesia di peringkat kedua pemberi apresiasi tersebut turun setelah pemerintah dan beberapa pejabat Filipina memberikan bonus raksasa kepada atlet angkat besi Hidilyn Diaz setelah ia memenangkan medali emas di nomor 55 kilogram putri.

Atlet angkat besi Hidilyn Diaz berdiri di podium pemenang setelah menjadi yang terbaik di kelas 55kg putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum pada 26 Juli 2021./AFP/VINCENZO PINTO

Ini merupakan medali emas pertama sepanjang sejarah partisipasi Filipina di Olimpiade.

Menurut laporan CNBC News, Diaz akan menerima 33 juta peso atau sekitar 8,6 miliar rupiah dari pemerintah, beberapa pebisnis, serta politisi top negara tersebut.

Sebanyak 10 juta peso atau 2,8 miliar rupiah bakal datang langsung dari Komisi Olahraga Filipina sesuai mandat hukum negara presiden Rodrigo Duterte tersebut.

Ia juga bakal dihadiahi dua rumah dan penerbangan gratis dari dua maskapai.

Pertama adalah maskapai Air Asia dan kedua Philippine Airlines yang telah mencanangkan penerbangan gratis sejauh 80.000 mil per tahun untuk seumur hidup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved