Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

KISAH Ibu Nuryani 8 Bulan Jadi Pengubur Jenazah Covid-19

Bersama timnya, Yani bertugas mengurus jenazah mulai memandikan, mengafani dan membungkus jenazah menggunakan plastik.

Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
Tribunjakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
illustrasi pemkaman Covidd-19: Suasana di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, yang sudah mulai dioperasikan khusus untuk jenazah Covid-19, Minggu (28/3/2021).. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hari Nuryani (49), ibu tiga anak warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi relawan pemulasaran jenazah pasien Covid-19 sejak November 2020.

Ibu tiga anak itu tercatat sebagai anggota Unit Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

Selama 8 bulan bekerja, ia harus siaga 24 jam. Sehari, ia bisa memakamkan empat hingga enam pasien Covid-19 yang meninggal.

Karena lokasinya jauh, tak jarang ia dan rekan-rekannya harus pulang jelang dini hari.

"Kalau kasus kematian lagi meningkat, sehari kita bisa memakamkan empat sampai enam orang.

Dan ketika lokasinya jauh, kita juga harus pulang subuh," kata perempuan yang dipanggil Yani tersebut seperti dikutip dari Antara, Jumat (30/7/2021).

Terkadang ia juga menerima panggilan tugas malam hari saat ia hendak tidur.

Bersama timnya, Yani bertugas mengurus jenazah mulai memandikan, mengafani dan membungkus jenazah menggunakan plastik.

Baca juga: Ajakan Menikah Ditolak, Pria Ini Jeboh Dindin Rumah Orangtua Pujaan Hati Lalu Menculiknya

Baca juga: ZODIAK Hari Ini Minggu: Gemini Berbunga, Scorpio Jangan Tersulut Emosi

Ia juga memasukkan jenazah ke dalam peti dan ikut menguburkan jenazah.

Sebagai relawan di BPBD, Yani sebenarnya sudah terbiasa mengurusi jenazah.

Namun, jenazah pasien Covid-19 membutuhkan penanganan yang berbeda.

Protokol kesehatan harus dijalankan secara ketat.

Prosesnya juga membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pemulasaraan jenazah umum selain pasien Covid-19.

Selain itu, petugas juga berhadapan dengan risiko tertular virus corona.

Baca juga: Mulut Wanita Ini Terbesar Sejagad, Torehkan Rekor Dunia Guinness World Records

Baca juga: Presiden Amerika Serikat Sebut Indonesia Tenggelam di Tahun 2031

Yani bercerita untuk meminimalisasi risiko, ia berusaha menjaga ketahanan tubuh dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved