Breaking News:

Virus Corona

Virus Corona Delta Sebarkan Ribuan Virus di Saluran Pernafasan, Ini Cara Menghadapinya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, Virus Corona Delta jauh lebih menular, dan lebih mematikan

Penulis: Sesri | Editor: rinalsagita
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Seorang pria menjalani tes sampel swab untuk virus corona Covid-19 di Aceh, Indonesia. Kini Virus Corona Delta menyebar kian cepat 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyebutkan, Virus Corona Delta jauh lebih menular, dan lebih mematikan.

Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky mengatakan, Virus Corona Delta dapat menembus perlindungan yang diberikan oleh vaksin.

"Orang yang terpapar Virus Corona Delta membawa virus lebih banyak di hidung dan tenggorokan mereka. Dan orang yang tak divaksinasi akan lebih mudah menyebarkannya," sebutnya seperti dilansir Tribunpekanbaru.com dari Strait Times pada Minggu (1/8/2021).

Namun, berdasarkan dokumen internal CDC disebutkan, Virus Corona Delta lebih menular daripada virus yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah, sindrom pernapasan akut yang parah, Ebola, flu biasa, flu musiman dan cacar.

"Selain itu, Virus Corona Delta dan menular seperti cacar air," menurut dokumen yang salinannya diperoleh The New York Times.

Baca juga: Kenali Varian Lambda, Mutasi Virus Corona, Covid-19 Baru, Efektifkah Vaksinasi?

Baca juga: Studi Mengkungkap Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Efektif Melawan Virus Corona Covid-19 Varian Delta

Penjelasan di dalam dokumen itu, secara tegas memperlihatkan kekhawatiran di antara para ilmuwan CDC tentang penyebaran Virus Corona Delta di Amerika Serikat dan di berbagai belahan dunia.

Demikian disampaikan oleh seorang pejabat federal yang yang tidak mau namanya dipublikasi.

Untuk saat ini, sebut CDC, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi tetap harus memakai masker di tempat mana pun, terutama di kawasan zona merah.

“Mengingat transmisibilitas yang lebih tinggi maka upaya proteksi dalam bentuk apapun harus dilakukan," sebut dokumen itu.

Di Amerika Serikat, terdapat sekitar 35.000 infeksi bergejala di antara 162 juta orang Amerika yang sudah menjalani vaksinasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved