Siapa Sebenarnya Kurmin Halim? Pria Tionghoa yang Sumbang Rp 2 Miliar Pada Kapolda Sumsel
Kurmin Halim tercatat memiliki beberapa usaha, yakni KM Express Bahari, pusat perawatan mobil mewah, SC Sport Car, dan Pit Stop.
Bukan cuma dari satu paguyuban saja yang berdonasi tapi banyak paguyuban lainnya dan jumlah juga besar.
Donasi ini juga dalam bentuk nyata mulai dari bantuan sembako, alat kesehatan, hingga vaksin.
"Donasi ini sudah sejak tahun lalu dan akan terus kita lanjutkan dan donasi ini tidak ada kaitannya dengan donasi Rp 2 triliun yang batal," kata Kurmin.
Donasi ini sepenuhnya diserahkan ke Kapolda bagaimana teknis pendistribusiannya dan siapa saja yang akan menerima karena percaya penuh dengan Kapolda.
"Donasi ini dukungan moril dadi masyarakat agar karena Kapolda orang baik dan upayanya menanggulangi pandemi selama ini harus diapresiasi," tutup Kurmi.
"Saya kira adalah Akidi Effect. Efek dari kejadian bapak almarhum Akidi. Bapak-ibu saudara saudari tetap membantu kita dengan hati ikhlas membantu masyarakat Sumsel di tengah Pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.
Respon Kapolda Sumsel
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri sempat bergurau ketika mendapatkan bantuan dari Masyarakat Tionghoa Palembang berupa 150 ton beras, 150 ton oksigen dan 1.250 unit swab antigen senilai Rp 2 Miliar untuk selanjutnya akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.
Sambil tertawa simpul ia mengaku, merasa sedikit takut bila dititipkan amanah bantuan Covid-19 lagi dampak Akidi Tio Effect.
Mengingat, ia sendiri masih menjadi sorotan setelah simpang siur rencana bantuan Rp 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio mencuat.
"Karena dengan berbagai kejadian kemarin, saya juga kadang-kadang tak mau menerima bantuan itu agak takut-takut sedikit," ujarnya sembari bergurau saat menerima simbolis penyerahan bantuan dari Masyarakat Tionghoa Palembang di Halaman Mapolda Sumsel, Jumat (6/8/2021).
Sebelum menerima bantuan tersebut, Jenderal Bintang dua ini mengakui sedikit ragu apakah bantuan dari masyarakat Tionghoa Palembang ini hoaks atau tidak.
"Ternyata saya lihat bukan hoaks. Mudah-mudahan mobilnya juga bukan hoaks ya. Ini mobil beneran dan berasnya juga beras beneran," jelas Eko disambut para hadirin yang hadir.
Dibalik kasus yang tengah heboh ini, Eko mengaku tetap optimis. Dibalik setiap permasalahan pasti ada hikmah yang bisa diambil setelahnya.
Bahkan adanya sumbangan senilai Rp 2 miliar dari persatuan masyarakat Tionghoa tersebut dan berbagai bantuan lainnya yang berdatangan saat ini secara gamblang ia sebut sebagai "Akidi Effect".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kurmin-halim.jpg)