Ciri-ciri Istri Sholehah dan Ciri-ciri Istri yang Dirindukan Surga, Menuju Rahasia Keluarga Samawa
Berikut ciri-ciri istri sholehah dan Ciri-ciri Istri yang Dirindukan Surga untuk menuju Rahasia Keluarga Samawa
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ibnu Abbas ra. pernah bercerita kepadaku , “Ada seorang wanita yang datang ke Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, bila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Bila kamu mau bersabar maka bagimu Surga, tetapi bila tidak maka aku bisa mendoakanmu kepada Allah.’ Wanita tadi menjawab . ‘Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tak sampai membuka aurat.’ Maka, Rasulullah SAW pun mendo’akannya.”
- Selalu mencari ridha suami
Mencari ridha suami adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah untuk para wanita. Dan inilah salah satu karakteristik wanita yang selalu dirindukan Surga. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita penghuni Surga adalah wanita yang selalu bisa meminta ridha suaminya (meminta maaf) saat suaminya sedang marah atau saat ia sedang marah kepada suaminya.
- Tidak pernah menyakiti orang lain
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita yang hanya mampu sholat lima waktu dan bersedekah dengan sepotong keju namun tidak pernah menyakiti hati siapapun itu adalah penghuni Surga. Tidak demikian dengan wanita yang rajin beribadah siang dan malam namun sering menyakiti tetangganya dengan lisan. Maka wanita yang seperti ini adalah penghuni Neraka.
- Menyayangi binatang
Binatang jugalah makhluk ciptaan Allah. Wanita yang bisa menyayangi binatang dan tidak berbuat aniaya terhadap binatang, pasti mendapat ganjaran tersendiri dari Allah SWT. Dan ganjaran tersebut adalah Surga. Seperti sebuah kisah tentang seorang wanita yang memberi minum anjing yang sedang kehausan. Maka wanita tersebut taubatnya diterima oleh Allah.
- Amar ma’ruf nahi munkar
Dalam surah at – Taubah (9): 71, Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang menjadi penolong bagi orang lain dengan menyuruh mengerjakan hal yang ma’ruf serta mencegah yang munkar, baik laku-laku maupun wanita, mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Dari penjelasan tersebut, wanita yang amar ma’ruf dan nahi munkar adalah calon penghuni Surga.
- Melahirkan keturunan
Wanita yang melahirkan dan bisa mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak-anak yang salih dan salihah akan diberikan kedudukan istimewa di dalam Islam. Begitulah penjelasan Rasulullah SAW. Bahkan, wanita yang meninggal ketika sedang melahirkan akan dianggap sebagai mati syahid dan mendapat balasan Surga.
- Berbakti kepada kedua orang tua
Orang tua adalah dua orang yang wajib untuk dihormati. Baik laki-laki maupun wanita wajib berbakti kepada orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah amalah yang fardu kifayah. Wanita yang berhasil berbuat baik dan berbakti pada orang tua tentulah menjadi wanita penghuni Surga yang ridihai oleh Allah.
Kisah Fatimah Az Zahra Putri Rasulullah Muhammad SAW
a. Fatimah Az Zahra pada Usia 6-7 tahun
Fatimah selalu menemani, membantu, dan melindungi ayahnya setelah menerima Islam. Fatimah dikisahkan melihat `Uqbah ibn Abi Mu`ayt menaruh isi perut binatang di punggung Rasulullah saat sedang sujud. Sambil menangis, Fatimah lari dan membersihkan kotoran tersebut dari punggung Rasulullah. Dia kemudian berkata tak perlu menangis karena Allah SWT akan memenangkan Islam dari musuhnya.
b. Fatimah Az Zahra pada Usia 10 tahun
Pada usia beranjak remaja, Fatimah memiliki kesabaran luar biasa di tengah tekanan Quraisy pada periode Mihna. Dia telah kehilangan tiga saudara perempuan, laki-laki, dan harus melihat ayahnya terus disiksa. Kesabaran yang seolah tidak pernah habis ini menjadi karakter Fatimah bahkan setelah ia menikah dan hidup miskin bersama Ali.
c. Fatimah Az Zahra pada Usia 13 tahun
Ketika remaja, Fatimah melihat orang tuanya diisolasi di Shi’b Abi Talib yang seperti penjara di tengah gurun pasir. Selama tiga tahun, Fatimah dan orang tuanya hanya bisa makan daun-daunan bersama para muslim dalam penjara tersebut. Di usia 16 tahun, Fatimah kaget saat tahu kondisi ibunya hingga meninggal 2-3 bulan kemudian usai periode penjara.
d. Fatimah Az Zahra pada Usia 18 tahun
Fatimah harus menyaksikan ayahnya hijrah lebih dulu ke Madinah meninggalkannya sendirian di Makkah. Pertimbangannya, membawa Fatimah membuat rombongan hijrah makin besar hingga mudah diketahui Quraisy. Hal ini berisiko buruk bagi keselamatan Nabi Muhammad SAW dan Fatimah, sehingga dia pergi bersama rombongan berikutnya.
Di usia 18 tahun, Fatimah juga menyaksikan ayahnya memiliki pendamping lain sepeninggal Khadijah. Tawaran pernikahan mulai diterima Fatimah dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Pilihan Rasulullah SAW jatuh pada Ali yang melamarnya lewat pelindung tubuh saat perang seharga 250 dirham. Uang tersebut untuk membeli mas kawin dan keperluan pernikahan lainnya.
e. Fatimah Az Zahra Menjalani Pernikahan dan Hidup Seadanya
Pasangan Ali dan Fatimah hidup seadanya, dengan pekerjaan sebagai pembawa air serta pembuat roti. Suatu hari, Ali mengeluh punggungnya sakit sedangkan Fatimah merasakan hal yang sama pada tangannya. Keduanya kemudian pergi ke rumah Nabi Muhammad SAW untuk meminta seorang budak. Rasulullah SAW menolak permintaan tersebut dan mendatangi rumah keduanya.
Saat itu Ali membukakan pintu sedangkan Fatimah masih di tempat tidur. Nabi Muhammad SAW kemudian duduk di antara mereka dan menyarankan membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali menjelang tidur. Nabi Muhammad SAW mengatakan, kebutuhan mereka akan terpenuhi atas izin Allah SWT. Ali kemudian mengatakan, kekuatan mereka meningkat hingga tak perlu lagi budak atas izin Allah SWT.
f. Fatimah Az Zahra pada Usia 28 tahun
Menjelang usia 28 tahun berbagai pengalaman hidup memperkuat karakter Fatimah sebagai pribadi yang dewasa, sabar, dan bijak. Dia sempat bertengkar dengan Ali, karena suaminya ditawari menikah lagi dengan Juwayriyah binti Abu Jahal. Ali mengatakan tidak menerima tawaran tersebut, sehingga pasangan ini rukun dan menyelesaikan masalahnya.
Di usia ini, Fatimah juga harus menghadapi kehilangan Rasulullah SAW. Fatimah tahu karena Rasulullah tak lagi mencium keningnya seperti biasa karena kondisi yang makin menurun.
Saat itu, Fatimah harus mendekatkan telinganya pada Nabi Muhammad SAW untuk mendengar yang dikatakan. Nabi dikisahkan mengatakan waktu meninggal dan Fatimah akan menyusul dalam waktu tidak lama. Fatimah juga dijanjikan Surga bersama Khadijah, Asiyah, dan Maryam.
Baca Berita Rahasia Keluarga Samawa Lainnya
Baca juga berita Tribunpekanbaru.com berjudul " Ciri-ciri Istri Sholehah dan Ciri-ciri Istri yang Dirindukan Surga, Menuju Rahasia Keluarga Samawa " di Babe dan Google News.
Demikian artikel berjudul " Ciri-ciri Istri Sholehah dan Ciri-ciri Istri yang Dirindukan Surga, Menuju Rahasia Keluarga Samawa " ini kami tulis, semoga bermanfaat. (Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ciri-ciri-istri-sholehah-dan-ciri-ciri-istri-yang-dirindukan-surga-menuju-rahasia-keluarga-samawa.jpg)